GORONTALO — Atletico Madrid mempermalukan Manchester United 0-2 di Stadion Metropolitano pada laga Liga Champions, Rabu (14/10) dini hari WIB. Kekalahan ini membuat posisi MU di fase grup semakin terancam, sementara Atletico memantapkan diri di puncak klasemen sementara.
Manchester United pulang dengan tangan hampa dari lawatan ke markas Atletico Madrid. Dua gol tanpa balas yang bersarang ke gawang mereka menjadi bukti bahwa kepercayaan diri skuad asuhan Erik ten Hag sedang di titik terendah.
Stadion Metropolitano yang biasanya menjadi benteng kokoh Atletico kembali membuktikan reputasinya. MU datang dengan ambisi meraih poin penuh, tetapi pulang dengan luka yang dalam.
Gol Cepat Atletico Hancurkan Mental MU
Atletico membuka keunggulan lebih dulu melalui serangan cepat yang membelah lini pertahanan MU. Para pemain tuan rumah bermain tanpa beban, menekan sejak menit awal, dan memaksa kiper MU bekerja keras.
Gol kedua hadir setelah MU kehilangan konsentrasi di lini tengah. Umpan panjang Atletico diteruskan menjadi peluang emas yang tidak disia-siakan. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum dan tidak berubah sampai peluit panjang.
Lini Belakang MU Kembali Jadi Titik Lemah
Kombinasi bek tengah MU terlihat kewalahan menghadapi mobilitas penyerang Atletico. Kesalahan posisi dan komunikasi yang buruk membuat gawang mereka terus dalam bahaya sepanjang pertandingan.
Ten Hag mencoba melakukan rotasi di babak kedua, tetapi perubahan itu tidak banyak membantu. Atletico tetap mengontrol tempo permainan dan nyaris menambah gol ketiga di akhir laga.
Dampak ke Klasemen dan Jadwal Selanjutnya
Kekalahan ini membuat MU tertinggal dari rival-rivalnya di fase grup. Peluang lolos ke babak gugur semakin sempit jika tidak ada perbaikan signifikan dalam dua pertandingan berikutnya.
Atletico Madrid, sebaliknya, semakin kokoh di puncak klasemen sementara. Kemenangan ini menjadi modal berharga sebelum menghadapi lawan-lawan berat di sisa fase grup.
Kritik untuk Ten Hag Semakin Deras
Tekanan terhadap Erik ten Hag diperkirakan meningkat setelah hasil buruk ini. Manajemen MU disebut-sebut mulai kehilangan kesabaran dengan inkonsistensi performa tim.
Pertandingan melawan Atletico menjadi cermin bahwa MU masih jauh dari kata siap bersaing di level Eropa. Perbaikan harus segera dilakukan jika ingin menjaga asa di Liga Champions musim ini.