Pencarian

Kabut Asap Karhutla Turunkan Jarak Pandang di Bandara Djalaluddin Gorontalo Jadi 3.000 Meter, Penerbangan Masih Normal

Kamis, 15 Oktober 2026 • 12:02:31 WIB
Kabut Asap Karhutla Turunkan Jarak Pandang di Bandara Djalaluddin Gorontalo Jadi 3.000 Meter, Penerbangan Masih Normal
Jarak pandang di Bandara Djalaluddin Gorontalo turun menjadi 3.000 meter akibat kabut asap karhutla.

GORONTALO — Kepala Bandara Djalaluddin Gorontalo, Joko Harjani, menyatakan penurunan jarak pandang mulai terdeteksi pada 13 Oktober 2026. Saat itu, jarak pandang turun menjadi 5.000 meter dari kondisi normal 8 hingga 10 kilometer.

Pada Rabu (14/10/2026) pagi, jarak pandang kembali menurun hingga 3.000 meter. Angka itu menjadi batas minimum untuk prosedur penerbangan instrumen yang berlaku di bandara tersebut.

"Biasanya jarak pandang di bandara mencapai 8 hingga 10 kilometer. Namun, pada 13 Oktober turun menjadi 5.000 meter, kemudian pagi ini mencapai 3.000 meter," kata Joko saat diwawancarai di Bandara Djalaluddin, Rabu (14/10/2026).

Penerbangan Maskapai Tetap Berjalan

Sejumlah pesawat dilaporkan tetap mendarat dan lepas landas secara normal di tengah kondisi jarak pandang terbatas. Pesawat Batik Air dan Garuda Indonesia berhasil menjalani prosedur pendaratan maupun keberangkatan tanpa kendala.

Memasuki siang hari, jarak pandang berangsur membaik menjadi 4.000 meter. Pesawat Lion Air juga tercatat berhasil mendarat dengan selamat.

Alih-alih menghentikan seluruh aktivitas penerbangan, pihak bandara memilih terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan jarak pandang. Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional.

Kabut Asap Diduga dari Karhutla Lintas Wilayah

Joko menyebutkan kabut asap yang terpantau melalui satelit diduga berkaitan dengan kebakaran lahan di sejumlah wilayah. Selain Gorontalo sendiri, titik api terdeteksi di Kalimantan dan Papua.

Berdasarkan informasi BMKG, kondisi tersebut diperkirakan masih memengaruhi wilayah Gorontalo selama satu hingga tiga hari ke depan.

"Informasi dari BMKG, kondisi ini kemungkinan masih berlangsung hingga besok dan diperkirakan mulai berkurang pada Jumat," ujarnya.

Jarak Pandang di Bawah 3.000 Meter, Pilot Bisa Alihkan Penerbangan

Apabila jarak pandang turun di bawah batas minimum 3.000 meter, keputusan pendaratan akan mempertimbangkan kondisi keselamatan. Pilot dapat memutuskan untuk tidak mendarat dan mengalihkan penerbangan ke bandara lain yang tidak terdampak.

Manado dan Makassar menjadi dua bandara alternatif yang disebut Joko sebagai lokasi pengalihan, menyesuaikan rencana penerbangan dan kondisi operasional saat itu.

Untuk aktivitas lepas landas, kondisi tetap dapat dilaksanakan dengan mempertimbangkan prosedur dan persyaratan keselamatan yang berlaku.

Kualitas Udara Bandara Dipantau, Masker Diimbau

Selain memantau jarak pandang, pihak bandara memperhatikan kualitas udara di kawasan Bandara Djalaluddin. Balai Kekarantinaan Kesehatan telah melakukan pengukuran kondisi udara di lokasi tersebut.

Komunitas bandara diimbau menggunakan masker sebagai langkah antisipasi paparan kabut asap. Joko juga meminta masyarakat tetap tenang namun tidak mengabaikan perkembangan kondisi udara.

Pihak bandara akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan operasional penerbangan berjalan sesuai standar keselamatan.

Follow kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: go-pena.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks