Pencarian

Dua Mahasiswa Arsitektur UNG Raih Penghargaan di TISDC 2026 Taiwan, Bersaing dengan 22.427 Karya dari 92 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 05:16:31 WIB
Dua Mahasiswa Arsitektur UNG Raih Penghargaan di TISDC 2026 Taiwan, Bersaing dengan 22.427 Karya dari 92 Negara
Mahasiswa Arsitektur UNG Muhammad Ikhsan dan Risky Husain meraih penghargaan di TISDC 2026 Taiwan.

GORONTALO — Muhammad Ikhsan, mahasiswa Program Studi D-IV Arsitektur Bangunan Gedung, dan Risky Husain dari Program Studi S1 Arsitektur UNG, berhasil menembus jajaran pemenang TISDC 2026. Kompetisi bergengsi itu diikuti puluhan ribu mahasiswa dari berbagai belahan dunia.

Karya "KALA-REKA" yang mereka usung mengangkat pendekatan desain sirkular melalui tiga gagasan utama: up-cycled, modular, dan independent. Ketiga pendekatan itu menjadi pembeda karya mereka di antara ribuan peserta lain.

Apa Itu TISDC dan Mengapa Persaingannya Ketat

TISDC merupakan kompetisi desain mahasiswa berskala internasional yang didukung oleh World Design Organization (WDO). Pada 2026, kompetisi ini mengusung tema "Resilience" yang mencakup lima kategori: Product Design, Visual Design, Digital Animation, Architecture & Landscape Design, serta Fashion Design.

Seleksi awal mencatat 22.427 karya terdaftar dari 92 negara dan wilayah. Penilaian melibatkan 97 juri profesional dari berbagai negara, sementara tahap akhir melibatkan 35 juri dari 21 organisasi desain internasional.

Pendekatan Desain Sirkular di Balik Karya KALA-REKA

Karya KALA-REKA menawarkan pendekatan desain sirkular yang menekankan pemanfaatan kembali material, sistem modular, dan kemandirian struktur. Ketiga gagasan itu menjawab tema "Resilience" yang diusung panitia tahun ini.

Pendekatan up-cycled berarti material bekas diolah kembali menjadi komponen bangunan. Aspek modular memungkinkan struktur dibongkar-pasang sesuai kebutuhan. Sementara sifat independent memberi keleluasaan bagi pengguna untuk menyesuaikan ruang tanpa ketergantungan pada sistem pusat.

Dampak bagi Program Studi Arsitektur UNG

Capaian ini menjadi penanda bahwa mahasiswa arsitektur dari kampus di Gorontalo mampu bersaing di panggung global. Kompetisi desain mahasiswa tingkat internasional biasanya didominasi peserta dari kampus-kampus besar di Pulau Jawa.

Keikutsertaan Ikhsan dan Husain di TISDC 2026 membuka jalur bagi mahasiswa UNG lain untuk mengikuti kompetisi serupa. Rekam jejak di ajang internasional juga menjadi modal bagi lulusan saat memasuki dunia kerja, terutama di bidang arsitektur dan desain yang makin menuntut portofolio lintas negara.

Follow kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: darilaut.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks