GORONTALO — Setelah sempat tertunda sejak tahun 2025, program bantuan stimulan untuk pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Provinsi Gorontalo akhirnya mulai direalisasikan. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama jajaran Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Kumperindag) menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para penerima di Kelurahan Boliwangga, Kecamatan Limboto, Kamis (3/9/2026).
Penyerahan ini dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili, Anggota Komisi II DPRD Limonu Hippy, serta Staf Khusus Gubernur Bidang UMKM Amir Habuke. Bantuan yang diberikan menyasar berbagai sektor usaha rumahan, mulai dari pengolahan pangan, perajin kain Karawo, hingga usaha kelan dan jenis industri kecil lainnya.
Dalam penyaluran tahap awal ini, delapan IKM menerima bantuan melalui alokasi dana aspirasi Limonu Hippy selaku anggota DPRD Provinsi Gorontalo. Masing-masing pelaku usaha mendapatkan bantuan senilai Rp 25 juta, sehingga total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 200 juta.
Limonu menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebutuhan pelaku IKM pada tahun mendatang. Namun, ia mengakui pengalokasian bantuan akan tetap disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah yang masih terbatas.
"Insyaallah untuk tahun depan kami tetap masih berupaya, karena memang masih banyak proposal yang harus kami layani. Tapi tentu ini disesuaikan dengan kemampuan anggaran, kemampuan keuangan daerah," ujarnya seusai acara penyerahan.
Limonu menjelaskan, bantuan ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kapasitas produksi masyarakat yang menjalankan usaha secara mandiri dari rumah. Ia mengapresiasi kerja Dinas Kumperindag yang tetap berupaya merealisasikan program meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
"Dengan segala keterbatasannya, mereka mampu untuk merealisasikan hal ini. Untuk itu, sekali lagi atas nama penerima manfaat, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada dinas terkait yang sudah berupaya keras," kata Limonu.
Di tengah prosesi penyerahan, salah satu penerima bantuan, Ulin Pakaya, warga Desa Manawa, Kecamatan Patilanggio, tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Perempuan yang berprofesi sebagai perajin kain Karawo ini mengaku baru pertama kalinya menerima bantuan peralatan produksi dari pemerintah.
"Alhamdulillah, saya bersyukur sekali sudah bisa mendapatkan bantuan IKM. Terima kasih banyak atas bantuannya, Pak Limonu Hippy," ujar Ulin.
Adapun bantuan yang diterimanya berupa perlengkapan menunjang aktivitas menjahit dan menyulam khas Gorontalo, di antaranya kain per meter, pemidangan, benang, serta jarum penyulam. Ulin berharap peralatan ini dapat meningkatkan aktivitas produksinya sekaligus mengembangkan usaha kerajinan yang selama ini ia jalankan.
Penyaluran bantuan ini dinilai menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan industri kecil di tingkat akar rumput. Dengan adanya tambahan modal peralatan, pelaku IKM diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan volume produksi, tetapi juga memperluas jangkauan pemasaran.
Limonu menyebut kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam penyusunan program ke depan, meskipun kondisi fiskal daerah mengharuskan pemerintah dan DPRD untuk mempertimbangkan setiap pengalokasian anggaran secara matang.