GORONTALO — Port of San Diego Board of Port Commissioners telah mengesahkan Environmental Impact Report (EIR) sekaligus menerbitkan Coastal Development Permit (CDP) untuk proyek Tidelands Avenue Electric Truck Hub. Langkah ini menjadi titik awal pembangunan fasilitas yang diklaim bakal membuat elektrifikasi armada logistik di kawasan pelabuhan lebih terjangkau dan mudah diakses.
Skycharger, pengembang proyek yang berbasis di California, menargetkan hub ini sebagai pusat pengisian yang melayani kebutuhan opportunity charging maupun pengisian penuh semalaman (overnight charging) untuk truk listrik kelas 8. Listrik yang digunakan tidak hanya bergantung pada jaringan SDG&E, tetapi juga mengandalkan pembangkit surya atap berkapasitas 1.719 kW yang dipadukan dengan sistem penyimpanan energi baterai (BESS) 1,9 MW/7,8 MWh.
Mengapa Baterai Penyimpan Energi Jadi Kunci Efisiensi?
Kehadiran BESS menjadi pembeda utama hub ini. Sistem ini memungkinkan operator menyimpan energi surya berlebih di siang hari untuk digunakan saat permintaan listrik tinggi atau ketika tarif sedang mahal. Hasilnya, biaya per kWh bisa ditekan signifikan, sekaligus menjaga ketahanan pasokan listrik saat jaringan utama mengalami gangguan.
“Proyek seperti ini mencerminkan komitmen kami terhadap udara yang lebih bersih dan Teluk San Diego yang lebih sehat bagi semua orang,” ujar Ann Moore, Chairperson di Port of San Diego Board of Port Commissioners. “Dengan memajukan infrastruktur nol emisi dan mendukung transisi ke teknologi yang lebih bersih, kami meningkatkan kualitas udara di sekitar teluk sekaligus menciptakan peluang bagi lebih banyak orang untuk mengakses dan menikmati kawasan tepi laut kami.”
Skema TaaS: Solusi bagi Operator yang Tak Punya Modal Besar
Skycharger tidak hanya membangun infrastruktur fisik. Mereka juga mengembangkan program Trucking as a Service (TaaS) yang meniru model bisnis Zeem, perusahaan penyedia armada listrik di California Selatan. Konsep ini dirancang untuk menghilangkan hambatan terbesar adopsi truk listrik: biaya awal yang tinggi.
Operator bisa mencoba kendaraan listrik melalui program sewa ultra-pendek 90 hari atau try before you buy tanpa komitmen modal jangka panjang. Setelah itu, ada opsi sewa lima tahun dengan jalur menuju kepemilikan. “Proyek ini adalah investasi untuk kesehatan masyarakat dan masa depan yang ingin kita bangun bersama,” kata Komisioner GilAnthony Ungab, M.D., yang juga anggota dewan komisioner pelabuhan.
Dukungan untuk Strategi Udara Bersih Maritim Pelabuhan
Dewan komisioner telah mengizinkan staf untuk menandatangani Term Sheet non-mengikat dengan Skycharger sambil negosiasi sewa lahan terus berjalan. Proyek ini merupakan bagian dari Maritime Clean Air Strategy (MCAS) yang digagas pelabuhan untuk mengurangi polusi diesel dari operasi maritim dan industri. Sebelumnya, MCAS sudah berhasil mengelektrifikasi sejumlah alat berat kritis untuk operasional logistik dan penanganan kargo di pelabuhan.
Dengan adanya hub ini, armada truk yang melayani rute pelabuhan diharapkan bisa beralih ke kendaraan listrik tanpa perlu membangun stasiun pengisian sendiri yang mahal dan memakan waktu. Ini sekaligus menjawab kebutuhan para pengelola armada yang selama ini ragu beralih karena infrastruktur pengisian yang terbatas.