GORONTALO — Tekanan terhadap General Motors (GM) meningkat setelah otoritas keselamatan lalu lintas AS (NHTSA) menaikkan status investigasi masalah rem dari "penyelidikan awal" menjadi "analisis rekayasa" pada Senin (16/12). Ini adalah level investigasi tertinggi yang biasanya menjadi pendahulu perintah penarikan kembali (recall) secara resmi.
Investigasi yang dimulai sejak April 2024 ini kini mencakup lebih dari 1 juta unit kendaraan, tidak hanya mobil listrik tetapi juga sejumlah model bermesin bensin seperti Chevrolet Colorado, GMC Canyon, serta Buick Enclave dan Envision.
Masalah pada Sistem eBoost dan Laporan Pengguna
Penyebab utama masalah ini diduga berasal dari sistem pengereman elektronik brake-by-wire bernama eBoost yang diperkenalkan GM pada 2019. Sistem ini menghilangkan hubungan mekanis tradisional antara pedal rem dan sistem pengereman, digantikan dengan koneksi elektronik yang memungkinkan pengemudi merasakan perbedaan karakter pengereman di tiap mode berkendara.
Awalnya, GM mengklaim masalah terjadi akibat keretakan pada poros (spindle) di sistem eBoost. Namun, NHTSA menyatakan masih menerima laporan kehilangan tenaga bantu rem yang tidak konsisten dengan penjelasan GM. Beberapa laporan menggambarkan kehilangan tenaga bantu rem secara tiba-tiba saat pengemudi sedang memperlambat laju kendaraan, yang berisiko memperpanjang jarak pengereman dan meningkatkan potensi kecelakaan.
Sistem eBoost digunakan di lini kendaraan listrik andalan GM, termasuk Blazer EV, Equinox EV, Cadillac Lyriq, serta Honda Prologue dan Acura ZDX yang diproduksi melalui perusahaan patungan dengan Honda. Cruise Origin, robotaxi tanpa setir yang programnya dihentikan GM pada 2024, juga memakai sistem serupa.
Insiden Kecelakaan di Lapangan
Laporan yang masuk ke NHTSA memuat sejumlah insiden serius. Satu pengemudi Cadillac Lyriq 2025 mengaku kehilangan fungsi rem saat hendak masuk ke area parkir sebuah toko. Kendaraan akhirnya menabrak etalase dan berhenti di tengah ruang pamer toko.
Insiden lain melibatkan pengemudi Blazer EV 2024 yang terpaksa dengan sengaja mengarahkan kendaraannya ke trotoar beton untuk memperlambat laju mobil dan menghindari tabrakan di persimpangan. Laporan-laporan ini menjadi dasar kekhawatiran regulator bahwa masalah berpotensi lebih luas dari sekadar kerusakan komponen mekanis.
Apa Dampaknya bagi Pemilik Kendaraan?
Bagi pemilik kendaraan GM yang menggunakan sistem eBoost, langkah paling bijak saat ini adalah memantau pesan peringatan "Brake System Failure" yang muncul di layar instrumen. Pesan ini kerap muncul saat kendaraan baru dinyalakan atau setelah berhenti total.
NHTSA menegaskan analisis lebih lanjut diperlukan untuk memahami potensi kegagalan sistem eBoost secara menyeluruh. Jika investigasi menyimpulkan adanya cacat desain, GM dapat diwajibkan melakukan recall massal yang berdampak pada jutaan kendaraan di pasar global.
Kendati demikian, belum ada laporan resmi yang menyebut masalah ini memengaruhi pasar Asia Tenggara. GM tidak lagi memasarkan kendaraan penumpangnya secara massal di Indonesia, namun model seperti Cadillac Lyriq dapat ditemukan melalui jalur importir umum. Pemilik kendaraan GM di Indonesia disarankan menghubungi diler resmi untuk memeriksa status pembaruan perangkat lunak atau potensi recall.