Pencarian

Calon Ambalan SMK Bina Taruna Gorontalo Digembleng Tiga Hari di Alam Terbuka, Kepala Sekolah: Bukan Sekadar Berkemah

Minggu, 23 Agustus 2026 • 01:34:32 WIB
Calon Ambalan SMK Bina Taruna Gorontalo Digembleng Tiga Hari di Alam Terbuka, Kepala Sekolah: Bukan Sekadar Berkemah
Puluhan calon anggota Ambalan SMK Bina Taruna Gorontalo mengikuti Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) di Wisata Sungai Botumotolioluwo, Desa Longalo, pada 19–21 Agustus 2026.

GORONTALO — Puluhan calon anggota Ambalan SMK Bina Taruna Gorontalo menjalani Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) selama tiga hari di Wisata Sungai Botumotolioluwo, Desa Longalo, pada 19–21 Agustus 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai proses pembentukan karakter melalui pengalaman langsung, bukan sekadar agenda rutin kepramukaan di dalam kelas.

Peserta sengaja dibawa keluar dari rutinitas pembelajaran dan dihadapkan pada dinamika kehidupan perkemahan. Mereka dituntut mengatur diri sendiri, menyelesaikan persoalan kelompok, serta memahami bahwa setiap tanggung jawab kecil memiliki arti.

Alam Jadi Ruang Belajar Kedisiplinan dan Tanggung Jawab

Kepala SMK Bina Taruna Gorontalo, Karyono, S.Pd., M.Pd., menegaskan pemilihan alam terbuka sebagai lokasi kegiatan merupakan bagian dari upaya sekolah menghadirkan pembelajaran kontekstual. Ia menilai nilai-nilai seperti disiplin dan tanggung jawab lebih mudah dipahami ketika peserta mengalaminya secara langsung.

"Kami tidak ingin anak-anak hanya memahami nilai kedisiplinan sebagai teori. Mereka harus mengalami bagaimana rasanya datang tepat waktu, menjaga perlengkapan, menyelesaikan tugas kelompok, dan tetap bertanggung jawab ketika kondisi tidak selalu mudah," jelas Karyono.

Selama di lokasi perkemahan, peserta dituntut datang tepat waktu, menjaga perlengkapan pribadi, dan menyelesaikan tugas kelompok. Kondisi alam yang tidak selalu sama dengan kenyamanan di sekolah menjadi bagian dari proses pembelajaran tersebut.

Menghadapi Perbedaan dan Membangun Solidaritas

Dinamika kelompok menjadi ujian tersendiri bagi para peserta. Mereka harus berkomunikasi, mengambil peran, dan menghadapi perbedaan karakter maupun pendapat selama menjalani rangkaian kegiatan.

Salah satu peserta, Ainun Amelia Dau, mengaku mendapatkan pengalaman berbeda selama mengikuti kegiatan. Ia menyebut kegiatan ini bukan hanya tentang berkemah, tetapi tentang bagaimana belajar lebih mandiri dan saling membantu ketika menghadapi kesulitan.

"Di sini kami lebih banyak berinteraksi dan bekerja sama. Ada saatnya kami berbeda pendapat, tetapi kami belajar bagaimana menyelesaikannya dan tetap menjalankan tugas sebagai satu kelompok," tuturnya.

Kebersamaan selama tiga hari itu menjadi fondasi solidaritas. Para peserta belajar bahwa keberhasilan kelompok tidak bergantung pada satu orang, melainkan membutuhkan kontribusi setiap anggota.

Menjaga Lingkungan Tempat Kegiatan

Lingkungan Botumotolioluwo juga menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Peserta diingatkan untuk menjaga kebersihan, mengelola perlengkapan, dan menghargai lingkungan yang menjadi tempat berlangsungnya kegiatan.

"Alam memberikan pelajaran yang berbeda. Anak-anak belajar menjaga kebersihan, menghargai lingkungan, mengelola kebutuhan sendiri, sekaligus memahami bahwa kenyamanan yang mereka dapatkan harus diimbangi dengan tanggung jawab untuk menjaga tempat yang mereka gunakan," ujar Karyono.

Menurut Karyono, keberhasilan kegiatan tidak semata-mata diukur dari terlaksananya seluruh agenda. Ukuran utamanya adalah perubahan sikap yang dibawa peserta setelah kembali ke lingkungan sekolah.

"Harapan kami, mereka pulang bukan hanya membawa cerita tentang perkemahan, tetapi membawa karakter baru yang terlihat dalam cara mereka belajar, bergaul, bertanggung jawab, dan mengambil peran di sekolah maupun di masyarakat," pungkasnya.

Berakhirnya kegiatan pada Jumat, 21 Agustus 2026, menjadi awal bagi peserta untuk mengenal lebih jauh kehidupan kepramukaan dan mengambil peran aktif di Ambalan SMK Bina Taruna Gorontalo.

Follow kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: otanaha.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks