Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di laut, sekitar 12 kilometer barat daya Pohuwato. Guncangan terjadi pada kedalaman relatif dangkal. Hingga kini, BMKG belum merilis rincian parameter episenter.
Belum Ada Laporan Kerusakan
Masyarakat di pesisir barat daya Pohuwato merasakan getaran ringan selama beberapa detik. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pohuwato masih memantau sejumlah kecamatan untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan.
Imbauan BMKG: Waspada, Jangan Panik
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menekankan pentingnya masyarakat tetap waspada namun tidak panik. Hasil pemodelan menunjukkan gempa magnitudo 3,1 ini tidak berpotensi tsunami.
"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan adanya gempa susulan," demikian pernyataan resmi BMKG yang dikutip dari rilis yang beredar.
Konteks Aktivitas Seismik Regional
Gempa di Pohuwato terjadi sehari setelah gempa magnitudo 5,1 mengguncang Bengkulu Selatan pada Sabtu malam. BMKG menyebut gempa Bengkulu merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan geser naik. Guncangannya dirasakan hingga intensitas III hingga IV MMI di beberapa wilayah, namun tidak menimbulkan kerusakan signifikan.
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di seluruh Indonesia. Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG untuk menghindari berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.