Pencarian

Gelombang 3-4 Meter di Perairan Leato Gorontalo Bikin Nelayan Pilih Tak Melaut, Hasil Tangkapan Menurun

Rabu, 02 September 2026 • 13:52:01 WIB
Gelombang 3-4 Meter di Perairan Leato Gorontalo Bikin Nelayan Pilih Tak Melaut, Hasil Tangkapan Menurun
Nelayan di pesisir Leato, Gorontalo, memilih tidak melaut akibat gelombang setinggi tiga hingga empat meter di perairan Teluk Gorontalo.

GORONTALO — Tingginya ombak dan kuatnya angin di perairan Teluk Gorontalo memaksa nelayan pesisir Leato menghentikan aktivitasnya. Kondisi ini tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga mulai menggerus pendapatan harian keluarga nelayan yang bergantung penuh pada hasil laut.

Mohamad Noho, salah seorang nelayan setempat, menyebut risiko yang dihadapi terlalu besar jika tetap memaksakan diri melaut memakai perahu kecil. “Kondisi laut dengan ketinggian ombak yang mencapai tiga hingga empat meter dinilai terlalu berisiko, terutama bagi nelayan yang menggunakan perahu berukuran kecil,” ujarnya.

Hasil Tangkapan Anjlok saat Cuaca Ekstrem

Dampak paling terasa dari situasi ini adalah menurunnya hasil tangkapan. Padahal, melaut merupakan sumber penghasilan utama bagi warga di kawasan pesisir Dumbo Raya.

Menurut Noho, kondisi cuaca yang tidak bersahabat ini sudah berlangsung cukup lama. Akibatnya, tekanan ekonomi mulai dirasakan keluarga nelayan karena pemasukan harian tidak menentu. “Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada berkurangnya hasil tangkapan, tetapi juga mulai menekan kondisi ekonomi keluarga nelayan,” katanya.

Aktivitas Pengganti sambil Menunggu Laut Bersahabat

Di tengah ketidakpastian cuaca, para nelayan tidak tinggal diam. Waktu yang biasanya dipakai untuk melaut kini dimanfaatkan untuk merawat alat tangkap.

Sejumlah nelayan terlihat sibuk memperbaiki perahu dan menjahit jaring ikan yang rusak. Aktivitas ini dilakukan sembari menunggu kondisi angin dan ombak berangsur normal sehingga mereka bisa kembali melaut dengan aman.

Melaut Terbatas di Dekat Pantai untuk Kurangi Risiko

Meski sebagian besar memilih darat, masih ada beberapa nelayan yang nekat turun ke laut. Namun, mereka mengambil langkah kompromi dengan membatasi area operasi hanya di perairan yang relatif dekat dengan pantai.

Durasi melaut pun dipangkas habis-habisan, hanya sekitar satu hingga dua jam. “Pembatasan aktivitas tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko keselamatan di tengah kondisi cuaca laut yang belum bersahabat,” jelas Noho.

Langkah ini diambil sebagai jalan tengah agar tetap bisa memperoleh penghasilan, tanpa harus mengorbankan keselamatan jiwa di tengah ganasnya gelombang Teluk Gorontalo. Belum ada peringatan resmi dari badan meteorologi terkait kapan kondisi perairan akan kembali normal, tetapi nelayan berharap cuaca segera membaik agar aktivitas ekonomi pesisir dapat pulih kembali.

Follow kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mimoza.tv

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks