Pencarian

NTP Gorontalo Tembus 131,04 pada Juni 2026, Hortikultura Jadi Motor Utama dengan Lonjakan 81 Persen

Rabu, 08 Juli 2026 • 21:33:31 WIB
NTP Gorontalo Tembus 131,04 pada Juni 2026, Hortikultura Jadi Motor Utama dengan Lonjakan 81 Persen
NTP Gorontalo mencapai 131,04 pada Juni 2026 dengan kenaikan 7,48 persen.

GORONTALO — Sektor pertanian di Gorontalo menunjukkan performa positif pada Juni 2026. Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) provinsi itu naik 7,48 persen dibanding bulan sebelumnya, dari posisi 122,04 menjadi 131,04. Angka ini menjadi indikator bahwa pendapatan petani tumbuh lebih cepat ketimbang pengeluaran mereka.

Kenaikan NTP dipicu oleh Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang melonjak 11,23 persen ke level 171,93. Sementara itu, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya naik 3,48 persen menjadi 131,21. Artinya, selisih antara harga jual dan harga beli yang ditanggung petani masih cukup lebar.

Cabai Rawit dan Cabai Merah Jadi Pendorong Utama

Subsektor hortikultura menjadi bintang utama. NTP hortikultura melonjak hingga 81,25 persen, jauh di atas subsektor lainnya. Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh harga cabai rawit dan cabai merah yang melambung tinggi. Kedua komoditas itu menjadi penyumbang terbesar dalam indeks harga yang diterima petani.

Namun, dari sisi pengeluaran, cabai rawit dan bawang merah justru menjadi komoditas yang paling mendorong kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani. Artinya, petani hortikultura memang diuntungkan dari sisi penjualan, tapi juga harus merogoh kocek lebih untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga mereka.

Empat Subsektor Lain Terkontraksi, Perikanan Paling Terpukul

Tak semua sektor bernasib baik. Subsektor perikanan mencatat penurunan NTP terdalam, minus 4,61 persen. Disusul tanaman perkebunan rakyat yang turun 4,57 persen, peternakan minus 2,13 persen, dan tanaman pangan yang melemah 1,50 persen. Kontraksi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan sektor pertanian Gorontalo masih timpang dan sangat bergantung pada hortikultura.

NTUP Ikut Melesat, Biaya Produksi Justru Turun Tipis

Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga menunjukkan tren menggembirakan. Pada Juni 2026, NTUP naik 11,40 persen menjadi 141,42. Peningkatan ini terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani tetap tinggi di 171,93, sementara Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (IBPPBM) justru turun tipis 0,16 persen menjadi 121,58.

Penurunan biaya produksi ini memberi ruang margin yang lebih lebar bagi petani. Dalam komponen biaya, bakalan sapi dan bibit sapi tercatat sebagai komoditas yang paling besar memengaruhi perubahan indeks.

Hortikultura Dominasi NTUP, Perikanan Kembali Tertekan

Sama seperti NTP, subsektor hortikultura kembali menjadi penyumbang terbesar kenaikan NTUP dengan lonjakan 86,08 persen. Peternakan masih mampu tumbuh 2,91 persen dan tanaman pangan naik 1,80 persen. Sebaliknya, subsektor perikanan kembali mengalami penurunan NTUP sebesar 2,10 persen, sementara tanaman perkebunan rakyat turun 0,90 persen.

Capaian NTP dan NTUP pada Juni 2026 mengonfirmasi bahwa hortikultura masih menjadi penopang utama pertanian Gorontalo. Namun, pelemahan di subsektor perikanan dan perkebunan rakyat menjadi catatan serius. Tanpa intervensi yang merata, pertumbuhan sektor pertanian di provinsi ini berisiko semakin timpang.

Bagikan
Sumber: mimoza.tv

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks