BONE BOLANGO — Sebanyak 8.500 ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango akan segera menerima haknya. Pemkab setempat telah menganggarkan dana sebesar Rp 21 miliar untuk menutup kewajiban gaji ke-13 dan TPP yang sempat tertunda.
Bupati: Anggaran Sudah Siap, Tinggal Proses Administrasi
Bupati Ismet Mile menyatakan bahwa seluruh dokumen anggaran telah rampung. Proses pencairan kini tinggal menunggu tahapan administrasi di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
“Kami sudah menyiapkan Rp 21 miliar. Gaji ke-13 dan TPP ini adalah hak ASN yang harus dipenuhi. Saya targetkan bulan ini sudah bisa dicairkan,” ujar Ismet Mile dalam keterangannya di Gorontalo, Senin (24/2).
Berapa Besaran Gaji ke-13 dan TPP yang Akan Diterima ASN?
Meskipun nominal pastinya belum dirinci per golongan, total pagu anggaran menunjukkan komitmen Pemkab terhadap kesejahteraan aparatur. Gaji ke-13 biasanya setara dengan satu kali gaji pokok ditambah tunjangan melekat, sementara TPP dihitung berdasarkan beban kerja dan kehadiran.
Kebijakan ini diambil setelah sebelumnya sejumlah ASN mengeluhkan keterlambatan pembayaran. Pemkab Bone Bolango berjanji akan memperbaiki sistem pencairan agar lebih tepat waktu di masa mendatang.
Apa Dampak Pencairan Ini bagi Pelayanan Publik?
Dengan cairnya tunjangan, diharapkan semangat kerja ASN di 14 kecamatan se-Bone Bolango meningkat. Pelayanan administrasi kependudukan, kesehatan di puskesmas, hingga pendidikan di sekolah-sekolah negeri menjadi sektor yang langsung terdampak positif.
“Kami ingin ASN fokus melayani masyarakat tanpa terbebani persoalan administrasi gaji. Ini bentuk perhatian pemerintah daerah,” tambah Bupati Ismet Mile.
Kapan Tepatnya Gaji ke-13 dan TPP ASN Bone Bolango Cair?
Pemkab belum menetapkan tanggal pasti. Namun, proses verifikasi data penerima di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tengah dipercepat. Jika tidak ada kendala, pencairan dilakukan pekan depan melalui transfer ke rekening masing-masing ASN.
Pemkab Bone Bolango juga mengimbau agar ASN bijak menggunakan tambahan penghasilan tersebut di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok di Gorontalo.