Pencarian

Bone Bolango Siapkan 3.000 Petani dan ASN untuk Penas 2026, Targetkan Lompatan Sektor Pertanian Daerah

Selasa, 26 Mei 2026 • 19:31:02 WIB
Bone Bolango Siapkan 3.000 Petani dan ASN untuk Penas 2026, Targetkan Lompatan Sektor Pertanian Daerah
Bone Bolango siapkan hampir 3.000 petani dan ASN untuk ikut Pekan Nasional Petani Nelayan XVI tahun 2026.

GORONTALO — Ribuan petani dan aparatur sipil negara (ASN) dari Kabupaten Bone Bolango bersiap menyerbu ajang Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVI yang akan digelar di Gorontalo pada 2026. Kepala Dinas Pertanian Bone Bolango, Iwan, menyebut target pemberangkatan mencapai hampir 3.000 orang.

Jumlah itu terdiri dari petani binaan, penyuluh lapangan, dan ASN di lingkup dinas pertanian. Menurut Iwan, momentum ini harus dimanfaatkan sebagai batu loncatan, bukan sekadar agenda tahunan yang berlalu begitu saja.

Apa Target Utama Bone Bolango di Penas 2026?

Pemerintah kabupaten tidak hanya mengejar jumlah peserta. Iwan menegaskan bahwa Penas dirancang menjadi ajang transfer teknologi dan pengetahuan bagi petani lokal. “Penas bukan sekadar kegiatan seremonial biasa, tetapi menjadi momentum besar untuk memperkuat sektor pertanian daerah,” ujarnya.

Puluhan stan dan lokakarya akan diisi oleh pakar pertanian dari berbagai daerah. Bone Bolango menargetkan adopsi metode tanam modern dan sistem irigasi efisien bisa langsung diterapkan usai acara.

Kenapa Penas 2026 Berbeda dari Tahun Sebelumnya?

Penyelenggaraan kali ini istimewa karena Gorontalo bertindak sebagai tuan rumah. Lokasi yang dekat secara geografis membuat biaya mobilisasi peserta lebih murah. Alokasi anggaran yang sebelumnya tersedot untuk transportasi jarak jauh bisa dialihkan ke program pendampingan pasca-Penas.

Dengan jumlah peserta nyaris 3.000 orang, Bone Bolango menjadi salah satu kontingen terbesar dari Provinsi Gorontalo. Dinas Pertanian setempat sudah menyusun kurikulum kunjungan ke lokasi percontohan agar peserta tidak sekadar jalan-jalan.

Bagaimana Dampaknya bagi Petani Biasa?

Petani yang terpilih akan mendapat pembekalan teknis selama sepekan penuh. Materi meliputi penggunaan pupuk organik, pengendalian hama terpadu, dan digitalisasi pemasaran hasil tani. Setelah kembali ke desa masing-masing, mereka diwajibkan menjadi agen perubahan bagi kelompok tani di kampungnya.

“Kami ingin petani pulang membawa solusi, bukan sekadar suvenir,” kata Iwan. Pemerintah kabupaten juga menyiapkan dana stimulus untuk peserta yang berhasil mengimplementasikan ilmu baru di lahannya.

Apa yang Perlu Disiapkan Warga Bone Bolango?

Pendaftaran peserta masih berlangsung hingga awal 2026. Setiap kecamatan mendapat kuota proporsional berdasarkan jumlah kelompok tani aktif. ASN yang berminat harus mendapat rekomendasi dari dinas teknis dan bersedia menjadi pendamping lapangan pasca-acara.

Bagi warga yang tidak ikut serta, Pemkab Bone Bolango berencana menyiarkan beberapa sesi seminar secara daring. Rekaman materi akan diunggah di kanal resmi pemerintah daerah agar bisa diakses kapan saja.

Apakah ada target produksi pasca-Penas?

Dinas Pertanian menargetkan peningkatan produktivitas padi minimal 15 persen dalam dua musim tanam setelah Penas. Capaian itu akan diukur dari hasil panen petani yang mengikuti program pendampingan. Jika berhasil, Bone Bolango bisa menjadi percontohan nasional untuk daerah dengan lompatan pertanian cepat.

Berapa anggaran yang digelontorkan untuk keberangkatan ini?

Meski angka pasti belum diumumkan, Iwan memastikan biaya transportasi dan akomodasi ditanggung APBD Kabupaten Bone Bolango. Pemerintah juga menggandeng BUMN dan perusahaan swasta untuk mensponsori stan pameran dan kebutuhan logistik peserta.

Bagikan
Sumber: gorontalopost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks