GORONTALO — Penurunan kemiskinan ekstrem di Gorontalo tercatat 29,45 ribu jiwa sepanjang 2021–2025. Pada kategori penghargaan yang sama, Gorontalo berada bersama Lampung, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan.
Data BPS yang dikutip dalam keterangan itu menunjukkan persentase penduduk miskin Gorontalo bergerak dari 12,62 persen pada September 2025 menjadi 12,16 persen pada Maret 2026. Selisih 0,46 poin persentase tersebut setara dengan berkurangnya 5,16 ribu penduduk miskin.
Pada indikator kemiskinan ekstrem, persentasenya turun dari 4,66 persen pada 2021 menjadi 2,13 persen pada 2025. Jumlah penduduk yang masuk kategori itu menyusut dari 55,63 ribu jiwa menjadi 26,18 ribu jiwa.
Penghargaan Mandaya Award 2026 diberikan dalam puncak penganugerahan yang digelar di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta Selatan. Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menerima langsung penghargaan dari Menko PM Muhaimin Iskandar.
Di balik penurunan angka agregat, jarak kemiskinan antara perkotaan dan perdesaan di Gorontalo masih lebar. Persentase penduduk miskin di perkotaan sebesar 4,30 persen, sementara di perdesaan mencapai 19,24 persen.
Selisih hampir 15 poin persentase itu menunjukkan beban kemiskinan masih terkonsentrasi di wilayah desa. Angka tersebut juga menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah provinsi seusai menerima penghargaan penurunan kemiskinan.
Mandaya Award 2026 menempatkan Gorontalo sebagai salah satu dari empat provinsi yang dinilai berhasil menekan angka kemiskinan. Penilaian mencakup capaian indikator makro maupun program pemberdayaan masyarakat di daerah.