GORONTALO — Setelah menunggu lebih dari enam bulan sejak peluncurannya di Amerika Serikat pada Oktober 2025, jurnalis teknologi Sharmishta Sarkar akhirnya bisa menguji Kindle Scribe Colorsoft di Australia pada Juni 2026. Namun, pengalaman dua bulan pemakaiannya justru berujung kekecewaan. Dibandingkan dengan Kindle Scribe generasi ketiga yang sempat ia coba sebelumnya, versi warna ini terasa kurang greget, terutama dari segi kualitas layar dan efisiensi baterai.
Layar Lebih Gelap dan Warna yang Kurang Akurat
Masalah utama ada pada teknologi layar warna E Ink Kaleido 3 yang digunakan. Lapisan filter warna (CFA) yang tertanam di atas layar membuat latar belakang putih terlihat lebih redup dan cenderung keabu-abuan. Akibatnya, semua warna tampak kusam, termasuk pada artwork wallpaper bawaan yang seharusnya menarik.
Menariknya, hampir semua wallpaper default di Kindle Scribe Colorsoft terlihat didominasi warna biru. Sarkar mengakui bahwa sebagian besar ini adalah karakteristik layar, tetapi ia menilai Amazon seharusnya bisa mengoptimalkannya lebih baik. Sebagai perbandingan, perangkat Boox Note Air 5C mampu menampilkan warna yang lebih hidup pada wallpaper default-nya.
Untuk membaca buku bersampul atau komik, kusamnya warna juga terasa. Satu-satunya cara untuk membuat warna lebih tampak adalah menaikkan kecerahan lampu depan (frontlight), yang otomatis menguras baterai lebih cepat.
Daya Tahan Baterai Jauh Berbeda
Perbedaan paling signifikan justru terasa pada ketahanan baterai. Dalam pemakaian rata-rata lima jam per hari untuk membaca, menulis, dan menjelajah Kindle Store dengan Wi-Fi aktif serta kecerahan otomatis, Kindle Scribe Colorsoft hanya mampu bertahan dua hingga tiga hari. Padahal, Kindle Scribe 2025 versi monokrom bisa dipakai hingga lima hari dengan skenario yang sama.
Proses pengisian daya pada Colorsoft juga memakan waktu lebih lama dibandingkan versi standar. Ini menjadi pertimbangan penting bagi pengguna yang sering bepergian atau tidak ingin sering menempelkan perangkat ke charger.
Apakah Warna Benar-Benar Dibutuhkan?
Pertanyaan mendasar yang muncul adalah: apakah pengguna ereader benar-benar membutuhkan layar warna? Mayoritas aktivitas membaca buku teks dan mencatat masih didominasi tinta hitam. Untuk kebutuhan membaca warna yang serius, tablet seperti iPad atau Samsung Galaxy Tab masih jauh lebih unggul dari segi saturasi dan kecerahan.
Bahkan jika dibandingkan dengan kompetitor langsung, kualitas tinta warna pada Kindle Scribe Colorsoft masih kalah pekat dari Boox Note Air 5C. Dengan harga yang ditawarkan, nilai yang didapat dari fitur warna ini terasa kurang sepadan.
Rekomendasi: Pilih Versi Monokrom atau Cari Alternatif Lain
Bagi pengguna yang menginginkan Kindle untuk mencatat, Kindle Scribe generasi 2024 masih menjadi pilihan yang sangat layak selama stoknya masih tersedia. Harganya lebih terjangkau dan sering mendapat diskon di luar musim promo besar. Perangkat ini juga dipastikan akan menerima pembaruan fitur terbaru, termasuk konektivitas Google Drive dan Microsoft OneDrive, pencarian AI, serta tata letak homescreen baru.
Alternatif lain yang bisa dipertimbangkan adalah reMarkable Paper Pro atau seri Boox Go 10.3 untuk pengguna yang menginginkan perangkat berbasis Android yang juga berfungsi sebagai ereader. Namun, perlu dicatat bahwa perangkat Boox masih memiliki masalah ghosting yang harus diterima penggunanya.
Kesimpulannya, Kindle Scribe Colorsoft adalah produk yang menarik secara konsep, tetapi eksekusinya masih belum matang. Jika prioritas utama adalah performa, ketajaman layar, dan daya tahan baterai, Kindle Scribe 2025 versi monokrom adalah pilihan yang jauh lebih bijak.