Pencarian

Rupiah Terus Tertekan, Tembus Rp17.778 per Dolar AS di Tengah Rebound Dolar

Kamis, 27 Agustus 2026 • 09:47:31 WIB
Rupiah Terus Tertekan, Tembus Rp17.778 per Dolar AS di Tengah Rebound Dolar
Rupiah melemah ke level Rp17.778 per dolar AS, terdorong rebound dolar dan data inflasi AS yang tetap tinggi.

GORONTALO — Pelemahan rupiah terjadi di tengah sentimen negatif yang datang dari dalam dan luar negeri. Dari eksternal, data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang dirilis menunjukkan inflasi masih bertahan tinggi pada Juli, membuat pasar kembali mengantisipasi sikap agresif bank sentral AS. Dari domestik, pelaku pasar juga mencermati potensi gangguan akibat aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung hari ini.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rebound dolar AS menjadi faktor utama penekan nilai tukar rupiah. "Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang rebound setelah indikator inflasi acuan The Fed, PCE, menunjukkan harga tetap bertahan tinggi pada Juli, meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Pergerakan Mata Uang Asia dan Negara Maju

Tekanan terhadap rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia. Peso Filipina melemah 0,08 persen dan ringgit Malaysia terdepresiasi 0,02 persen terhadap dolar AS, sementara yuan China cenderung stagnan.

Namun, tidak semua mata uang Asia berada di zona merah. Dolar Singapura berhasil menguat 0,07 persen, won Korea Selatan melonjak 0,41 persen, serta yen Jepang dan dolar Hong Kong masing-masing menguat tipis 0,01 persen.

Di kelompok mata uang utama negara maju, pergerakan juga bervariasi. Euro Eropa terapresiasi 0,06 persen, dolar Australia naik 0,19 persen, dan franc Swiss menguat 0,02 persen. Sebaliknya, dolar Kanada melemah 0,01 persen dan poundsterling Inggris bergerak datar.

Sentimen Domestik dan Proyeksi Pergerakan Rupiah

Selain faktor eksternal, Lukman menyoroti kekhawatiran investor terhadap aksi unjuk rasa yang berlangsung hari ini sebagai pemicu tambahan pelemahan. Situasi tersebut berpotensi mengurangi minat pasar terhadap aset berisiko, termasuk rupiah.

Dengan kondisi tersebut, Lukman memperkirakan pergerakan rupiah hari ini akan berada dalam rentang fluktuasi yang cukup lebar. Ia memproyeksikan mata uang Garuda akan bergerak di kisaran Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS.

Tekanan pada rupiah ini menjadi perhatian pelaku pasar yang mencermati langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Pelemahan yang berkelanjutan dapat berdampak pada harga barang impor dan mempengaruhi daya beli masyarakat di tengah gejolak ekonomi global.

Investasi mengandung risiko.

Follow kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks