GORONTALO — Konfirmasi ini disampaikan langsung Ford kepada The Drive setelah perubahan pertama kali terlihat di konfigurator daring pabrikan. Juru bicara Ford membenarkan bahwa V8 sudah tidak lagi tersedia untuk King Ranch dan Platinum, namun enggan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan di balik keputusan tersebut.
Padahal, perbandingan spesifikasi menunjukkan mesin V8 Coyote 5.0-liter menghasilkan 400 dk dan torsi 410 lb-ft. Angka itu identik dengan tenaga puncak EcoBoost V6 3.5-liter, namun kalah dalam urusan torsi yang mencapai 500 lb-ft. Varian hybrid PowerBoost bahkan melesat lebih jauh dengan 430 dk dan 578 lb-ft.
Mesin V8 Hanya Tersedia di Varian Bawah
Bagi konsumen yang tetap bersikukuh ingin V8, pilihannya kini menyempit ke varian bawah seperti XL, STX, XLT, Lariat, dan Tremor. Kelima varian ini masih menyediakan opsi mesin 5.0-liter Coyote. Sementara itu, dua varian termahal justru kehilangan opsi tersebut.
Keputusan ini sebenarnya sudah bisa ditebak dari data penjualan. Laporan S&P Global mencatat bahwa pada 2024, registrasi truk setengah ton bermesin V8 di Amerika Serikat hanya mencapai 38 persen. Angka ini merosot drastis dari 64,6 persen pada 2020. Tren penurunan ini berjalan beriringan dengan tekanan regulasi emisi yang kian ketat terhadap pabrikan.
Preferensi Pasar atau Tekanan Regulasi?
Dalam analisis mendalamnya tahun lalu, The Drive mengungkapkan bahwa Ford menyebut porsi penjualan setiap opsi mesin di F-150 relatif seimbang. Namun dengan hanya satu pilihan V8 dan beberapa pilihan V6, konsumen jelas lebih memilih enam silinder. Pertanyaan apakah peralihan ini murni karena permintaan konsumen atau dorongan regulasi tetap menjadi perdebatan.
Meski performa EcoBoost V6 unggul dalam torsi, sebagian penggemar truk tetap mengutamakan karakter mesin naturally aspirated dan perpindahan besar yang khas V8. Generasi keempat mesin Coyote sendiri bukanlah mesin sederhana, melainkan sudah mengadopsi teknologi dual-overhead cam modern.
Keputusan Ford ini mempertegas arah industri otomotif Amerika yang perlahan-lahan meninggalkan mesin V8 di segmen truk pikap. Ram sendiri sempat menghentikan Hemi lalu menghidupkannya kembali setahun kemudian, sementara General Motors justru meluncurkan generasi baru small-block V8. Strategi masing-masing pabrikan kini berbeda, tapi arah Ford jelas: efisiensi dan torsi tinggi lewat mesin enam silinder.