Pencarian

Pengusaha Ritel dan Otomotif Pangkas Ekspansi Akibat Kenaikan Suku Bunga, Hippindo Hitung Ulang Biaya Kredit

Senin, 22 Juni 2026 • 12:25:31 WIB
Pengusaha Ritel dan Otomotif Pangkas Ekspansi Akibat Kenaikan Suku Bunga, Hippindo Hitung Ulang Biaya Kredit
Ketua Hippindo menyatakan kenaikan suku bunga memaksa pengusaha hitung ulang ekspansi bisnis.

GORONTALO — Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah mengonfirmasi bahwa kenaikan suku bunga acuan berdampak langsung pada struktur biaya modal pengusaha. Dalam keterangannya kepada Bloomberg Technoz, Minggu (21/6/2026), ia menyebut para anggota yang menggunakan skema pendanaan perbankan kini menunda ekspansi.

"Naiknya kredit itu bisa, bukan menahan, tetapi mungkin salah satu pertimbangan untuk menghitung ulang. Ini yang investasinya menggunakan bank," ujar Budihardjo.

Biaya Kredit Naik, Ekspansi Diperlambat

Kenaikan suku bunga pinjaman menjadi variabel baru dalam kalkulasi bisnis ritel dan pusat perbelanjaan. Menurut Budihardjo, tekanan ini muncul di tengah upaya pemerintah menstabilkan nilai tukar rupiah yang memicu kenaikan suku bunga acuan.

Namun, ia menambahkan bahwa efek sebaliknya juga perlu dicermati. Kenaikan bunga simpanan masyarakat berpotensi mendorong daya beli jika dana tabungan mulai bergerak ke sektor konsumsi. "Biasanya diiringi dengan kenaikan bunga simpanan masyarakat yang diharapkan mampu mendorong konsumsi lebih kuat," jelasnya.

Penjualan Otomotif Ikut Tertekan

Sektor otomotif menjadi indikator awal pelemahan daya beli akibat suku bunga tinggi. Meski data penjualan spesifik belum dirilis secara resmi, asosiasi industri mencatat tren penurunan permintaan kredit kendaraan bermotor seiring naiknya suku bunga KKB (Kredit Kendaraan Bermotor).

Lembaga pembiayaan mulai mengetatkan persyaratan dan menaikkan margin, sehingga cicilan bulanan konsumen membengkak. Kondisi ini membuat calon pembeli menunda pembelian, terutama untuk segmen kendaraan roda empat.

Fakta Singkat: Dampak Suku Bunga ke Dunia Usaha

  • Hippindo: Anggota yang menggunakan kredit investasi bank melakukan penghitungan ulang ekspansi.
  • Biaya modal: Kenaikan suku bunga pinjaman menambah beban operasional pengusaha ritel dan pusat perbelanjaan.
  • Konsumsi: Kenaikan bunga simpanan bisa menjadi stimulus konsumsi jika masyarakat memilih belanja ketimbang menabung.
  • Otomotif: Sektor KKB tertekan, penjualan kendaraan berpotensi turun dalam jangka pendek.

Dilema Kebijakan: Stabilitas Rupiah vs Daya Beli

Tekanan terhadap rupiah menjadi alasan utama Bank Indonesia mempertahankan sikap hawkish. Langkah menaikkan suku bunga bertujuan menarik aliran modal asing dan menahan pelemahan kurs. Namun, konsekuensinya langsung dirasakan sektor riil.

Dunia usaha berharap ada insentif kompensasi, seperti relaksasi pajak atau subsidi bunga untuk sektor prioritas. Tanpa intervensi tersebut, perlambatan ekspansi bisa berlanjut hingga kuartal berikutnya.

Investasi mengandung risiko.

Bagikan
Sumber: bloombergtechnoz.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks