Pencarian

Bupati Pohuwato Resmikan Pustu Siduwonge Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 08 Mei 2026 • 14:16:01 WIB
Bupati Pohuwato Resmikan Pustu Siduwonge Perkuat Layanan Kesehatan
Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga meresmikan Pustu Siduwonge sebagai bagian penguatan layanan kesehatan desa.

POHUWATO — Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga meresmikan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Siduwonge, Kecamatan Randangan, Rabu (06/05/2026). Peresmian ini menandai perubahan sistem pelayanan kesehatan desa yang kini terintegrasi langsung dengan jaringan puskesmas guna mendekatkan fasilitas medis kepada masyarakat setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Pohuwato, Fidi Mustafa, menjelaskan bahwa penguatan fungsi Pustu merupakan kebijakan Kementerian Kesehatan untuk memperluas jangkauan layanan dasar. Jika sebelumnya fasilitas di desa hanya berupa Poskesdes yang fokus pada layanan bidan, kini Pustu hadir dengan tim medis yang lebih lengkap.

Transformasi Poskesdes ke Pustu: Layanan Dokter Masuk Desa

Perubahan status dari Poskesdes menjadi Pustu membawa dampak signifikan pada jenis layanan yang diterima warga. Fidi menegaskan bahwa Pustu kini melibatkan tenaga perawat dan dokter yang dijadwalkan melakukan praktik langsung di desa, sehingga pemeriksaan kesehatan tidak lagi terbatas pada ibu dan anak.

“Melalui Pustu, pelayanan kesehatan tidak hanya dilakukan oleh bidan, tetapi juga melibatkan tenaga perawat dan dokter yang dapat melakukan praktik pelayanan di desa. Mulai dari pelayanan balita hingga lanjut usia semuanya bisa dilayani di sini,” jelas Fidi Mustafa di sela kegiatan peresmian.

Terkait operasional, Pustu Desa Siduwonge dipastikan langsung berfungsi tanpa kendala administratif perizinan baru. Dinas Kesehatan melalui puskesmas induk segera menerbitkan surat keputusan penempatan personel serta mengatur jadwal pelayanan rutin agar fasilitas ini bisa dimanfaatkan warga setiap hari.

Fokus pada Kesiapan Tenaga Kesehatan dan Fasilitas Pendukung

Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga menekankan bahwa keberadaan fisik bangunan harus dibarengi dengan kualitas sumber daya manusia (SDM). Hingga saat ini, Pemkab Pohuwato telah membangun fasilitas serupa di tujuh desa yang tersebar di berbagai kecamatan sebagai bagian dari pemerataan akses kesehatan.

“Setelah bangunan ini selesai dibangun, yang menjadi perhatian berikutnya adalah bagaimana pemanfaatannya, termasuk penempatan tenaga kesehatan. Apalagi saat ini sudah ada bangunan serupa di tujuh desa pada kecamatan yang berbeda. Keberadaan Pustu tentu harus didukung oleh SDM yang memadai,” ujar Saipul.

Langkah ini juga dipersiapkan untuk mendukung deteksi dini penyakit tidak menular di tingkat desa, seperti hipertensi dan gangguan kesehatan lainnya. Dengan adanya pemantauan rutin di Pustu, pemerintah daerah berharap angka derajat kesehatan masyarakat di pelosok Pohuwato dapat meningkat secara signifikan.

Agenda Kunjungan Wamenkes dan Rencana 25 Pustu Baru

Pemerintah daerah tengah menyiapkan kunjungan Wakil Menteri Kesehatan RI yang dijadwalkan tiba di Pohuwato pada 12 Mei 2026. Kunjungan tersebut dalam rangka peresmian Laboratorium Kesehatan Masyarakat sekaligus menjadi momentum bagi daerah untuk mengajukan dukungan anggaran pusat.

“Insyaallah kedatangan Wamenkes dapat memudahkan kita untuk memperoleh dukungan anggaran, baik untuk pembangunan fasilitas kesehatan maupun pengadaan alat kesehatan bagi 2 rumah sakit, 16 puskesmas, termasuk beberapa Pustu,” harap Bupati Saipul.

Dinas Kesehatan Pohuwato saat ini telah mengusulkan pembangunan 25 unit Pustu baru untuk tahun anggaran 2027. Selain infrastruktur bangunan, usulan tersebut mencakup peremajaan unit ambulans di sejumlah puskesmas yang kondisinya sudah tidak layak operasi guna menjamin kelancaran sistem rujukan pasien.

Bagikan
Sumber: kabarsindikat.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks