GORONTALO UTARA — Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara resmi memulai pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-X tingkat kabupaten tahun 2026. Agenda religi ini dipusatkan di Kompleks Perkantoran Bupati dengan mengedepankan misi penguatan nilai Al-Qur’an di tengah kehidupan warga.
Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu saat membuka acara menjelaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang adu bakat tilawah. Kegiatan ini merupakan instrumen strategis untuk membentuk karakter masyarakat yang mandiri dan sejahtera melalui pendekatan spiritual yang kuat.
Masjid Jabal Iqra Jadi Pusat Pendidikan Umat
Thariq memberikan apresiasi khusus atas pemilihan Masjid Jabal Iqra sebagai lokasi utama pelaksanaan lomba. Ia menekankan bahwa masjid harus kembali pada fungsinya yang luas, mencakup aspek pendidikan dan ruang pemberdayaan, bukan hanya sebagai tempat ibadah ritual semata.
"Di tengah suasana efisiensi anggaran, kita harus menemukan pola dan sinergitas. Visi kami adalah membangun daerah dengan semangat Berdaya-Sinergi, Ceria Berbudaya. Salah satu program unggulannya adalah Penataan Kelembagaan dan Semarak Masjid-Gereja (PKS-MG)," ujar Thariq.
Langkah ini sejalan dengan tema besar tahun ini, yakni membangun generasi berkarakter Qur’ani. Pemerintah daerah ingin memastikan nilai-nilai tersebut terinternalisasi dalam perilaku sehari-hari masyarakat di seluruh wilayah Gorontalo Utara.
Sinergi Program dan Partisipasi Kafilah Kecamatan
Ketua LPTQ Gorontalo Utara yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah turut hadir mengawal jalannya pembukaan yang berlangsung khidmat tersebut. Seluruh kafilah dari berbagai kecamatan telah bersiap mengikuti berbagai cabang lomba yang telah dijadwalkan oleh panitia pelaksana.
Acara pembukaan ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Tuan Khadhi, serta tokoh agama setempat. Kehadiran dewan hakim memastikan standar penilaian lomba tetap terjaga secara profesional dan objektif sepanjang kegiatan berlangsung.
Meskipun daerah sedang melakukan efisiensi anggaran, Bupati berharap pola sinergitas antarlembaga mampu menutupi keterbatasan yang ada. Fokus utama tetap pada pencapaian visi daerah yang religius melalui program-program yang menyentuh langsung simpul-simpul keagamaan di desa dan kecamatan.