TABANAN — Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo Nani Ismail Mokodongan menyampaikan apresiasi kepada Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan Rai Wahyuni Sanjaya beserta jajaran yang telah menerima dan memfasilitasi kunjungan tersebut. Menurut Nani, Posyandu 6 Bidang SPM merupakan agenda penting bagi Gorontalo yang membutuhkan kerja sama lintas sektor.
Kerja sama itu meliputi Tim Pembina Posyandu, TP PKK, perangkat daerah pengampu, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, hingga seluruh unsur masyarakat. Kunjungan kaji banding sendiri bertujuan meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan kapasitas Tim Pembina Posyandu serta Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo.
Lima Desa Disiapkan Jadi Pilot Project di Gorontalo
Sebagai bagian dari upaya percepatan, Provinsi Gorontalo telah menetapkan lima desa sebagai desa percontohan atau pilot project implementasi Posyandu 6 Bidang SPM. Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi pengembangan pelayanan Posyandu yang tidak hanya berfokus pada kesehatan.
Posyandu 6 Bidang SPM juga diarahkan mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui enam bidang pelayanan sesuai standar. Rombongan kaji banding turut melibatkan jajaran terkait, termasuk unsur Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPPA-PMD) Provinsi Gorontalo.
"Keberhasilan implementasi Posyandu 6 Bidang SPM tidak cukup hanya dengan menetapkan kebijakan atau membentuk kelembagaan. Diperlukan tindak lanjut nyata melalui program, kegiatan, dan dukungan penganggaran yang selaras dengan kebutuhan masyarakat," kata Nani Mokodongan.
Belajar dari 832 Posyandu Aktif dan 8.527 Kader di Tabanan
Kabupaten Tabanan memiliki 832 Posyandu aktif yang tersebar di 133 desa, didukung oleh 8.527 kader Posyandu. Rai Wahyuni Sanjaya menjelaskan, percepatan implementasi Posyandu 6 SPM dilakukan melalui penyusunan rencana kerja tahunan dan sosialisasi langsung maupun daring.
Strategi lain mencakup peningkatan kapasitas Tim Pembina Posyandu di tingkat kecamatan dan desa, aksi sosial, penguatan sinergi dengan perangkat daerah mitra, serta pelaksanaan lomba Posyandu 6 SPM. Salah satu praktik baik yang menjadi perhatian rombongan adalah inovasi SIPADU 6 atau Sistem Informasi Pelaporan Terpadu 6 Bidang Posyandu.
Inovasi tersebut memanfaatkan Google Form dan Google Spreadsheet untuk mempermudah kader mencatat serta melaporkan permasalahan yang disampaikan masyarakat. Laporan terhimpun lebih cepat dan terintegrasi sehingga pemerintah daerah bisa memantau permasalahan, mengetahui tindak lanjut, serta mengidentifikasi solusi berdasarkan kebutuhan warga di enam bidang SPM.
Inovasi Pilar Posyandu Olah Sampah Plastik Jadi BBM
Kabupaten Tabanan juga memperkenalkan inovasi Pilar Posyandu, yakni pengembangan teknologi pirolisis untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM). Inovasi ini menjadi contoh solusi berbasis potensi dan kebutuhan daerah yang turut mendukung keberlanjutan lingkungan.
Rangkaian kaji banding dilanjutkan dengan kunjungan ke pelaksanaan Posyandu 6 SPM di Banjar Dinas Kuwum Tegallinggah, Desa Kuwum, Kecamatan Marga. Posyandu tersebut dikenal memiliki inovasi pelayanan dan meraih Juara I inovasi terbaik bidang kesehatan tingkat Provinsi Bali tahun 2026.
Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo terus mendorong sosialisasi, bimbingan teknis, peningkatan kapasitas kader, serta pemberian apresiasi kepada kader Posyandu berprestasi. Kunjungan ke Tabanan juga menjadi bentuk penghargaan kepada kader berprestasi sekaligus sarana pembelajaran untuk memperkuat tata kelola kelembagaan Posyandu di Gorontalo.
Kegiatan kaji banding diharapkan tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi berlanjut pada penerapan praktik baik yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah. Dengan memperkuat koordinasi lintas sektor, kapasitas kader, pemanfaatan data, serta dukungan program dan anggaran, Posyandu di Provinsi Gorontalo diharapkan semakin optimal dalam memberikan pelayanan dasar yang terintegrasi dan mudah diakses.