GORONTALO — Nottingham Forest berada di zona degradasi Premier League setelah tiga kekalahan beruntun, namun pelatih Oliver Glasner menegaskan timnya layak mendapat hasil lebih baik. Forest akan bertandang ke Ipswich Town pada laga berikutnya dengan tekanan yang semakin besar.
Glasner menilai performa Forest musim ini tidak mencerminkan posisi mereka di klasemen. Menurutnya, tim asuhannya kerap membuang peluang emas sebelum akhirnya kalah, seperti saat melawan Crystal Palace dan Arsenal.
"Terasa tidak adil, tapi saya tidak ingin mengeluh dan merasa menjadi korban," kata Glasner, dikutip dari pernyataannya menjelang laga kontra Ipswich.
Peluang Terbuang Jadi Masalah Utama Forest
Data menunjukkan Forest menjadi tim dengan tingkat konversi terburuk di Premier League musim ini, yakni 4,17 persen. Mereka tercatat melepaskan 120 tembakan, tertinggi ketiga di liga, tetapi hanya 25 yang mengarah ke gawang.
Di kandang, catatan lebih memprihatinkan. Forest belum mencetak gol di City Ground pada Premier League musim ini dan sudah melewati delapan jam 26 menit tanpa gol di hadapan pendukung sendiri.
- 5 gol tercipta di Premier League musim ini
- -6,20 xG, terburuk di divisi
- 120 tembakan, hanya 25 on target
- 2 kemenangan dari 17 laga kandang sejak November
Glasner Dikenal Lambat Panas, tapi Terbukti Berhasil
Rekor Glasner bersama Crystal Palace memberi alasan bagi Forest untuk bersabar. Ia hanya menang sekali dari enam laga awal setelah menggantikan Roy Hodgson pada Februari 2024, lalu tidak menang dalam delapan pertandingan pertama musim penuh pertamanya.
Namun musim itu berakhir manis. Palace menumbangkan Manchester City di final Piala FA dan mengakhiri penantian 119 tahun untuk trofi mayor pertama, setelah sebelumnya meraih Community Shield dan Conference League.
Glasner mengaku sudah berbicara dengan pemilik klub, Evangelos Marinakis, soal kebiasaan start lambatnya. Ia juga menyebut Marinakis sebagai satu-satunya orang yang ambisinya melebihi dirinya.
Murillo: Kami Masih Membangun Kepercayaan Diri
Bek Murillo menegaskan skuad tetap solid di belakang pelatih. Perubahan sistem menjadi tantangan awal musim ini, tetapi ia yakin Forest semakin dekat ke performa terbaik.
"Kami punya manajer bagus dan saya rasa kami masih menyerap idenya. Kami mengubah semuanya dalam sistem musim ini. Sulit, tapi setelah tiga atau empat bulan kami terus membaik," ujar Murillo usai kekalahan 0-1 dari Arsenal.
Glasner sendiri menegaskan tidak ada jalan pintas untuk keluar dari situasi ini. "Kami satu-satunya yang bisa mengubahnya," katanya.