GORONTALO — Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Herbert di LIV Golf pada musim 2026, setelah sebelumnya menjuarai turnamen di Virginia pada Mei lalu. Pencapaiannya di Inggris juga makin istimewa karena ia datang dengan modal performa apik di ajang The Open Championship pekan sebelumnya, di mana ia finis di posisi keenam, hanya empat pukulan di belakang juara Ryan Fox.
Rekor 30 Birdie dan Skor Tanpa Cela di Final
Herbert mencatatkan 30 birdie sepanjang turnamen—rekor terbanyak dalam satu edisi LIV Golf. Ia juga mengemas total 32 birdie dan eagle (gabungan tertinggi sepanjang sejarah sirkuit). Penampilan puncaknya terjadi pada ronde final, Minggu, dengan skor 10 under par 62 tanpa bogey.
Sebelumnya, ia membuka turnamen dengan 11 under par 61 yang berisi 10 birdie dan satu eagle. Satu-satunya ronde "terburuk" Herbert adalah 69 pada hari Sabtu—masih tiga under par.
Persaingan Sengit dengan Hatton dan DeChambeau
Hatton, yang tampil di hadapan publik sendiri, bermain apik dengan skor 63 pada hari Minggu. "Saya ingin memulai dengan cepat, dan itu saya lakukan, tapi sayangnya Lucas juga demikian," ujar Hatton. "Akan luar biasa menang di depan pendukung sendiri, tapi saya sudah mencoba yang terbaik. Lucas tampil luar biasa pekan ini."
DeChambeau finis di posisi ketiga dengan skor total 21 under par, sembilan stroke di belakang Herbert.
Konsistensi dari Open ke LIV
Herbert mengaku langsung membawa momentum dari Royal Birkdale ke Rocester. "Saya hanya ingin membawa performa itu ke pekan ini sebaik mungkin," kata Herbert. "Senang bisa bermain seperti hari ini ketika saya ditekan oleh dua pemain terbaik dunia."
Dengan kemenangan ini, Herbert mengukuhkan diri sebagai salah satu pegolf paling konsisten di LIV Golf musim ini. Skor 30 under par memecahkan rekor sebelumnya sekaligus menegaskan bahwa performanya di major pekan lalu bukan sekadar kebetulan.