GORONTALO — Kepastian itu diumumkan menjelang turnamen yang akan digelar pada Juli 2026. Rizky Eka Pratama menjadi satu-satunya pemain dari klub asal Sulawesi Selatan yang masuk dalam daftar akhir.
Profil Rizky Eka: Gelandang Serang Andalan PSM
Pemain berusia 26 tahun kelahiran Bone ini sudah menjadi pilar di lini tengah Juku Eja beberapa musim terakhir. Kecepatan dan kemampuannya menggiring bola membuatnya dipercaya John Herdman setelah mengikuti pemusatan latihan sebelumnya.
Panggilan ini membuka peluang debut bagi Rizky Eka. Sebelumnya ia belum pernah tampil di timnas senior Indonesia di ajang resmi. Piala AFF 2026 bisa menjadi ajang pembuktian di level internasional.
Kontribusi PSM Makassar ke Garuda
PSM Makassar kembali menunjukkan perannya sebagai pemasok pemain ke tim nasional. Manajemen klub turut bangga dengan terpilihnya Rizky Eka di tengah persaingan ketat dengan pemain naturalisasi dan diaspora yang mendominasi skuad.
Dukungan suporter PSM pun dipastikan akan mengalir deras. Mereka berharap penampilan Rizky Eka bisa membawa prestasi dan mengharumkan nama klub di Asia Tenggara.
Jadwal Timnas di Piala AFF 2026
Indonesia tergabung di Grup A bersama Kamboja, Timor Leste, Vietnam, dan Singapura. Laga perdana akan menjamu Kamboja pada Senin, 27 Juli 2026. Selanjutnya, skuad Garuda akan melakoni tiga pertandingan lain untuk memperebutkan tiket semifinal.
Turnamen ini menjadi salah satu ajang penting bagi John Herdman untuk menguji kombinasi pemain lokal dan naturalisasi menjelajahi persaingan Asia Tenggara.
Daftar Lengkap 26 Pemain Timnas Indonesia
- Nadeo Argawinata
- Cahya Supriadi
- M. Riyandi
- Jordi Amat
- Rizky Ridho
- Sandy Walsh
- Kadek Arel
- Wahyu Prasetyo
- Justin Hubner
- Shayne Pattynama
- Eliano Reijnders
- Mitchell Baker
- Tim Geypens
- Marc Klok
- Thom Haye
- Ivar Jenner
- Marselino Ferdinan
- Beckham Putra
- Rayhan Hannan
- Dony Tri Pamungkas
- Brian Fatari
- Rizky Eka Pratama
- Ragnar Oratmangoen
- Egy Maulana Vikri
- Saddil Ramdani
- Jens Raven
Dengan komposisi ini, Rizky Eka menjadi satu dari sedikit pemain murni Liga 1 yang bersaing dengan pemain keturunan Eropa. Panggilannya sekaligus menjadi sinyal bahwa performa di kompetisi domestik tetap diperhitungkan.