GORONTALO — Dua pabrikan, Jaecoo Indonesia dan BYD Motor Indonesia, mengeluarkan hitung-hitungan biaya operasional kendaraan mereka dalam waktu berdekatan. Perhitungan ini menyasar konsumen yang ingin membandingkan pengeluaran harian antara mobil listrik (BEV), plug-in hybrid (PHEV), dan mobil bermesin bensin (ICE).
Simulasi Jaecoo: J5 EV Paling Irit, J8 PHEV Paling Boros di Kelasnya
Jaecoo membuat simulasi untuk tiga model: J5 EV murni, J7 SHS-P (PHEV), dan J8 SHS-P ARDIS (PHEV). Semua dibandingkan dengan mobil ICE 1.500 cc turbo sebagai patokan. Asumsinya, kendaraan dipakai 50 kilometer per hari atau 1.500 kilometer per bulan.
Untuk mobil ICE 1.500 cc turbo, biaya bahan bakar per hari mencapai Rp81.250 dengan asumsi harga bensin RON 92 Rp16.250 per liter. Dalam sebulan, pengeluaran bahan bakar mencapai Rp2,5 juta. Ditambah biaya perawatan Rp2 juta per tahun, total biaya setahun mencapai Rp31,25 juta.
Sementara itu, J5 EV hanya butuh biaya energi Rp9.600 per hari dengan tarif listrik Rp1.700 per kWh. Angka itu setara Rp290 ribu per bulan. Dengan tambahan biaya perawatan Rp500 ribu per tahun, total biaya operasional tahunan J5 EV diklaim hanya sekitar Rp4 juta. Artinya, lebih rendah 88 persen dari mobil ICE.
Untuk model hybrid, J7 SHS-P disebut punya biaya energi Rp18.100 per hari atau Rp543 ribu per bulan. Ditambah biaya perawatan Rp1,7 juta per tahun, total setahun Rp8,2 juta. Jaecoo mengklaim penghematan 80 persen dari mobil bensin. Sementara J8 SHS-P ARDIS membutuhkan biaya energi Rp22.300 per hari atau Rp670 ribu per bulan. Dengan biaya perawatan Rp2 juta per tahun, total setahun Rp10 juta, atau hemat 75 persen.
Klaim BYD: Biaya Rp7 Ribu untuk Aktivitas Sehari-hari
Eagle Zhao, Presiden Direktur BYD Motor Indonesia, menyebut pengguna Atto 1 cukup sekali isi daya di rumah untuk mobilitas harian. "Dengan hanya Rp7 ribu, kita bisa beraktifitas sehari-hari dengan charging di rumah. Kalau pakai SPKLU, biaya hanya sekitar Rp15 ribu," kata Eagle dalam pernyataan resmi.
BYD juga membandingkan dengan mobil konvensional untuk jarak tempuh pulang pergi 40 km. Menurut Eagle, pengguna Atto 1 hanya perlu mengeluarkan biaya Rp20 ribu. "Dibandingkan dengan ICE, untuk daily commute, sebut saja untuk 40 km, menghabiskan Rp20 ribu," ujarnya.
Selain irit di jalan, BYD mengklaim biaya perawatan Atto 1 hanya setengah dari mobil ICE. Service perdana dilakukan setelah satu tahun pemakaian atau jarak tempuh 20.000 km. "Jadi bisa disimpulkan, biaya perawatan hanya setengah dari mobil ICE," tambah Eagle.
Angka Penghematan dari Tiga Model Jaecoo
Business Unit Director Jaecoo Indonesia Jim Ma menegaskan teknologi kendaraan energi baru (NEV) dirancang untuk efisiensi tanpa mengorbankan performa. "Seperti mobil listrik J5 EV, dapat menghemat mencapai 88 persen biaya. J7 SHS-P dapat menghemat 80 persen dan J8 SHS-P ARDIS bisa hemat 75 persen," kata Jim dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6).