GORONTALO — Banjir bandang yang melanda pemukiman Komunitas Adat Terpencil (KAT) Dusun Buade, Desa Didingga, Kecamatan Biau, Gorontalo Utara, pada Selasa (26/5) lalu menyisakan duka dan kerusakan parah. Sebanyak 68 kepala keluarga di lokasi itu kini masih mengungsi ke rumah-rumah kerabat mereka.
Bantuan dari DPR RI Rachmat Gobel Disalurkan Lewat Fraksi Nasdem
Ketua DPRD Gorontalo Utara Dedy Dunggio mengatakan, bantuan yang diserahkan pekan lalu merupakan titipan dari anggota DPR RI Rachmat Gobel. "Bantuan yang kami serahkan ini atas nama Bapak Rachmat Gobel selaku anggota DPR RI yang juga berkunjung ke pemukiman KAT," ujarnya di Gorontalo, Minggu.
Penyaluran dilakukan melalui Fraksi Nasdem DPRD setempat. Ini bukan kali pertama bantuan diberikan. Sebelumnya, Sekretariat DPRD dan masing-masing anggota dewan secara pribadi juga telah menyalurkan bantuan ke lokasi yang sama.
Warga Mengungsi, Rumah Hancur Akibat Banjir Terparah dalam 12 Tahun
Norma Olii, warga KAT Didingga, mengungkapkan bahwa pemukiman yang telah berdiri sekitar 12 tahun itu sudah berkali-kali dilanda banjir. Namun, banjir kali ini disebut sebagai yang terparah. "KAT ini memang ada di bantaran sungai dan ini bukan banjir pertama. Sebelumnya pada Idul Fitri tahun kemarin, banjir juga melanda dan tanggul sungai sempat diperbaiki namun tidak permanen," katanya.
Ia berharap pembangunan ke depan bisa bersifat permanen agar warga tak lagi dihantui ketakutan saat musim hujan tiba.
Rehabilitasi Sungai Didingga Jadi Kunci Pemulihan
Dedy Dunggio menegaskan, upaya rehabilitasi Sungai Didingga yang saat ini dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II harus didukung penuh. Menurutnya, desa ini memerlukan perhatian serius agar terbebas dari ancaman banjir dan bisa dibangun ulang dengan perencanaan yang lebih baik.
"Kami berupaya terus membangun optimisme masyarakat untuk menaruh harapan besar bahwa desa ini bisa kembali dibangun dengan perencanaan yang lebih baik, apalagi Pak Rachmat Gobel berjanji akan memperjuangkan alokasi anggaran untuk rehabilitasi sungai secara permanen," kata Dedy.
Potensi Alam Desa Didingga Dinilai Sangat Besar
Kepala Desa Didingga Sarcito Potale mengatakan, pemerintah daerah setuju dengan usulan Rachmat Gobel untuk membangun kembali pemukiman KAT. Pasalnya, kawasan ini memiliki potensi alam yang luar biasa, ditunjang pemandangan yang indah.
"Kami berharap harapan masyarakat dapat terwujud untuk membangun pemukiman bebas banjir dan mengolah potensi alam yang dimiliki untuk kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat," ujar Sarcito.
Selain bantuan sembako, DPRD juga berencana menyalurkan bantuan cat untuk perbaikan rumah-rumah warga yang terdampak banjir bandang tersebut.