GORONTALO — Sebanyak 75 inci layar televisi pintar telah dipasang di Media Center PENAS XVII di Gorontalo. Perangkat itu bukan sekadar pajangan, melainkan pusat nobar Piala Dunia yang lisensinya sudah diurus oleh Diskominfotik setempat.
“Kebetulan pelaksanaan PENAS berbarengan dengan piala dunia. Nanti daripada wartawan enggak fokus bikin berita karena nyari tempat nonton maka kita siapkan di media center,” ujar Trizal Entengo, Kamis (11/6/2026).
Jadwal Siaran Bervariasi, Pengaturan Teknis Disiapkan
Pertandingan Piala Dunia memiliki jadwal yang tidak menentu. Ada yang digelar pagi, siang, hingga tengah malam. Pihak Diskominfotik mengaku akan mengatur teknis pemutaran agar tidak mengganggu rangkaian acara PENAS.
“Siaran bola kan bervariasi waktunya, ada yang pagi, siang bahkan tengah malam. Nanti pengaturannya seperti apa akan kita lihat. Terpenting media center sudah punya lisensinya,” tambah Trizal.
Dua Lokasi Tambahan Ikut Dapat Lisensi Nobar
Tidak hanya di Media Center, Diskominfotik juga memfasilitasi pengurusan lisensi nobar TVRI di dua titik lain. Pertama, di Kantor Badan Pendapatan Daerah. Kedua, di Desa Palopo, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato.
Langkah ini memastikan para jurnalis dan humas dari seluruh Indonesia yang meliput PENAS XVII tetap bisa menikmati pertandingan sepak bola di sela-sela kesibukan mereka. Semua lokasi nobar sudah mengantongi izin resmi dari pemegang hak siar.