Laporan MacRumors mengonfirmasi bahwa travel case tersebut sudah tidak lagi tercantum di halaman aksesori Vision Pro di Inggris, Jepang, Jerman, Perancis, Irlandia, dan Hong Kong. Halaman produknya telah dihapus total, mengindikasikan penghentian penjualan permanen di negara-negara tersebut. Di China dan Australia, produk masih muncul namun berstatus grayed out alias tidak bisa dibeli. Sementara di AS, Kanada, dan UEA, travel case itu masih dijual normal.
Penjualan Lesu, Tim Produk Dibubarkan
Penghapusan aksesori ini terjadi di tengah kabar buruk yang bertubi-tubi menerpa lini Vision Pro. Headset dengan banderol 3.499 dolar AS (sekitar Rp 56 juta) itu menjalani penyegaran chip M5 pada Oktober 2025, namun gagal membangkitkan minat konsumen. Total penjualan Vision Pro sejak dirilis diperkirakan hanya sekitar 600.000 unit—angka yang sangat kecil untuk standar Apple.
Lebih parah lagi, tingkat pengembalian produk ini tercatat sangat tinggi dibandingkan produk Apple lainnya. Bloomberg melaporkan tim Vision Pro telah dibubarkan dan para anggotanya dialihkan ke proyek lain. Mike Rockwell, kepala Vision Products Group, sejak Maret 2025 memimpin tim Siri Apple.
Visi Masa Depan: Bukan Headset Tapi Kacamata Pintar
Rencana untuk meluncurkan versi murah dan ringan, yang sempat dijuluki "Vision Air", resmi dibatalkan pada Oktober 2025. Analis rantai pasokan Ming-Chi Kuo melaporkan bahwa calon CEO Apple John Ternus menandatangani pembatalan untuk model Vision Pro generasi kedua maupun Vision Air. Fokus Apple kini bergeser total ke kategori yang berbeda: kacamata pintar.
Menurut Kuo, dua produk masih dalam pengembangan: kacamata berbekal AI untuk menyaingi Ray-Ban Meta yang ditargetkan rilis 2027, dan kacamata AR dengan layar yang kemungkinan baru hadir setelah 2029. Bloomberg menambahkan bahwa meski masih ada kemungkinan Vision Pro versi lebih tipis dan murah di masa depan, produk itu diperkirakan tidak akan hadir sebelum akhir 2028 atau 2029.
Apa Artinya Bagi Konsumen Indonesia?
Bagi pengguna di Indonesia, kabar ini menegaskan bahwa Vision Pro bukanlah perangkat yang layak diincar dalam waktu dekat. Dukungan aksesori resmi yang mulai diputus di berbagai negara menandakan Apple sendiri sudah mengurangi komitmennya. Sebagai alternatif, Apple masih menjual Belkin Travel Bag untuk Vision Pro di pasar internasional, namun masa depannya pun belum jelas.
Keputusan menghentikan travel case—produk yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar pengguna yang bepergian—adalah indikator paling nyata bahwa Apple tengah merapikan diri dari pasar mixed reality premium. Pertanyaannya bukan lagi apakah Vision Pro akan bertahan, melainkan seberapa cepat Apple benar-benar menarik kabelnya.