GORONTALO — Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan, menegaskan bahwa strategi keberlanjutan telah menjadi fondasi bisnis jangka panjang, bukan sekadar proyek sampingan. “Target Net Zero Emission in Operation pada 2030 dan Net Zero Emission in Financing pada 2060 menjadi acuan dalam setiap keputusan operasional dan pembiayaan kami,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (9/6/2026).
Penyaluran ke Sektor Riil dan Energi Bersih
Dari total portofolio hijau Rp 167 triliun, sektor pengelolaan sumber daya alam hayati berkelanjutan menjadi penyerap terbesar dengan nilai Rp 113 triliun. Bank Mandiri juga menyalurkan dana ke produk eco-efficient sebesar Rp 15,4 triliun, energi terbarukan Rp 12,2 triliun, bangunan ramah lingkungan Rp 10,1 triliun, dan transportasi rendah emisi Rp 10 triliun.
Dengan pangsa pasar di atas 35 persen, Bank Mandiri memantapkan posisi sebagai pemimpin pasar pembiayaan hijau di Indonesia. Capaian ini sekaligus menjadi sinyal bagi investor dan pelaku industri bahwa transisi energi di Tanah Air terus berakselerasi.
Emisi Operasional Turun 32 Persen, Panel Surya hingga Mobil Listrik
Di sisi operasional, Bank Mandiri berhasil menekan emisi gas rumah kaca secara signifikan. Sepanjang 2025, emisi operasional (cakupan 1 dan 2) tercatat 243.736 ton CO2e, turun 32 persen dibandingkan baseline 2019 yang mencapai 358.753 ton CO2e.
Penurunan ini ditopang oleh optimalisasi bangunan hijau, penggunaan kendaraan listrik dan hybrid, serta pemasangan panel surya di sejumlah kantor. Tata kelola keberlanjutan perseroan juga diakui secara global: Bank Mandiri meraih peringkat MSCI ESG Rating AA dan masuk kategori Negligible Risk versi Sustainalytics di tingkat regional ASEAN.
Nasabah Ikut Berperan Lewat Aplikasi Livin'
Bank Mandiri melibatkan nasabah ritel melalui fitur Livin' Planet pada aplikasi Livin' by Mandiri. Fitur ini memungkinkan pengguna menghitung jejak karbon, berpartisipasi dalam program penanaman pohon, dan membeli Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK). Sepanjang 2025, sebanyak 1.292 pohon telah ditanam dengan estimasi pengurangan emisi mencapai 45,32 ton CO2e.
Inisiatif Mandiri Looping for Life turut mengolah lebih dari 6.000 pakaian bekas menjadi sekitar 2.000 produk outer. Program ini menghasilkan penghematan air hingga 16 juta liter dan menekan emisi karbon sekitar 44 ton CO2e.
Ke depan, Bank Mandiri akan terus mengintegrasikan strategi bisnis dengan agenda keberlanjutan. “Perjalanan masih panjang, namun arah dan pondasinya sudah jelas. Kami akan terus mempercepat langkah melalui kolaborasi yang lebih luas,” tutup Henry.