BONE BOLANGO — Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Pratama diraih Bone Bolango setelah melalui proses penilaian ketat dari BKN. Indikator penilaian mencakup tingkat profesionalitas ASN, kualitas pengelolaan data kepegawaian, transparansi layanan, hingga kepatuhan terhadap standar manajemen ASN nasional.
Bukan Sekadar Piala, Tapi Bukti Kinerja Nyata
Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah tujuan akhir. "Yang paling penting bukan sekadar penghargaan, tetapi bagaimana manfaatnya dapat dirasakan melalui pelayanan publik yang semakin baik," ujar Iwan usai menerima penghargaan.
Menurut Iwan, capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah. Kebijakan Pro ASN yang digagas Bupati Ismet Mile menjadi fondasi utama, termasuk digitalisasi sistem kepegawaian dan penerapan sistem merit secara berkelanjutan.
Kepastian Karier Jadi Kunci Pelayanan Prima
Iwan menjelaskan, prinsip utama reformasi birokrasi di Bone Bolango adalah memberikan kepastian bagi para aparatur. "ASN harus mendapatkan pelayanan yang baik, perlindungan yang jelas, dan peluang pengembangan karier yang terukur. Ketika ASN merasa dihargai dan memiliki kepastian, maka pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin optimal," katanya.
Pendekatan ini dinilai berhasil menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan kompetitif. Alih-alih birokrasi yang kaku, Pemkab Bone Bolango mendorong lahirnya ASN yang adaptif dan berdaya saing.
Fondasi Data yang Kuat Dorong Kebijakan Objektif
Sebelum meraih Adhi Manawa Nugraha, Bone Bolango juga mencatat prestasi di tingkat nasional dalam pengelolaan data ASN. Capaian ini menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan kepegawaian yang objektif dan berbasis kebutuhan organisasi, bukan sekadar intuisi atau politik.
Ke depan, Pemkab Bone Bolango akan memperkuat implementasi manajemen talenta ASN. Strategi jangka panjang ini dirancang untuk menciptakan birokrasi yang kompeten dan siap menjawab tantangan pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Bupati Ismet Mile.