GORONTALO — Pertarungan sengit tersaji di Istora Senayan ketika pasangan tuan rumah, yang akrab disapa Tiwi/Fadia, harus mengakui keunggulan wakil Jepang setelah bertarung dalam tiga gim. Skor akhir 21-13, 12-21, 13-21 menjadi bukti betapa ketatnya laga ini.
Dominasi Kilat di Gim Pertama, Lalu Hilang
Gim pertama menjadi milik Tiwi/Fadia. Duet Indonesia tampil seperti badai. Pukulan-pukulan menyilang dan tempo cepat mereka membuat Fukushima/Matsumoto tak berkutik. Istora bergemuruh saat interval gim pertama, Tiwi/Fadia unggul telak 11-4.
Setelah jeda, permainan efektif Tiwi/Fadia terus berlanjut. Mereka sukses mengumpulkan poin beruntun dan menutup gim pertama dengan skor meyakinkan 21-13. Seolah seluruh energi positif Istora mengalir ke raket mereka.
Kebangkitan Fukushima/Matsumoto yang Brutal
Memasuki gim kedua, peta permainan berubah total. Fukushima/Matsumoto yang merupakan mantan peringkat satu dunia, menunjukkan kelasnya. Mereka merespon dengan mempercepat tempo dan menekan pertahanan Tiwi/Fadia.
Strategi Jepang bekerja sempurna. Mereka mendominasi gim kedua tanpa perlawanan berarti dari ganda putri Indonesia. Skor 21-12 untuk Fukushima/Matsumoto memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Mental Juara Fukushima/Matsumoto di Gim Penentuan
Gim ketiga menjadi milik pasangan Jepang sepenuhnya. Momentum yang mereka bangun sejak gim kedua tak mampu dihentikan oleh Tiwi/Fadia. Pertahanan rapat dan serangan terukur membuat Tiwi/Fadia kesulitan menemukan ritme permainan seperti di gim pertama.
Fukushima/Matsumoto terus menekan dan memanfaatkan setiap celah. Mereka menutup pertandingan dengan skor 21-13, memastikan tempat di semifinal sekaligus mengubur mimpi Tiwi/Fadia untuk tampil di hadapan pendukung sendiri.
Kekalahan ini menjadi catatan tersendiri bagi Tiwi/Fadia. Kehilangan fokus setelah memenangi gim pertama menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki jika ingin bersaing di level tertinggi. Sementara itu, Fukushima/Matsumoto melaju ke semifinal dan menjadi ancaman serius bagi ganda putri lainnya.