GORONTALO — Wakil Wali Kota Gorontalo Indra Gobel menyebut capaian IKAD 2025 ini sebagai hasil kerja bersama seluruh jajaran di bawah kepemimpinan Wali Kota Adhan Dambea. Pemerintah kota dinilai berhasil menghadirkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat.
“Alhamdulillah, Kota Gorontalo berhasil menjadi daerah dengan capaian IKAD tertinggi di Provinsi Gorontalo. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, terutama dalam memperluas akses keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Indra Gobel dalam keterangan yang diterima redaksi, pekan lalu.
Melampaui Target Nasional 2025
Nilai IKAD Kota Gorontalo sebesar 6,38 tidak hanya unggul di tingkat provinsi. Angka tersebut juga melampaui target nasional yang ditetapkan untuk tahun 2025, yakni 5,18. Data dari Direktorat Ekonomi Syariah dan BUMN Kementerian PPN/Bappenas menempatkan Kota Gorontalo di atas lima kabupaten lain di Provinsi Gorontalo.
Status implementasi IKAD pada dokumen perencanaan daerah pun dinyatakan tuntas. Artinya, kebijakan inklusi keuangan sudah terintegrasi dalam rencana pembangunan jangka menengah dan tahunan kota.
Integrasi Kebijakan ke Dokumen Perencanaan
Menurut Indra Gobel, capaian itu tidak lepas dari komitmen pemerintah kota mengintegrasikan kebijakan inklusi keuangan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah. Kebijakan itu sejalan dengan arah pembangunan nasional yang mendorong peningkatan akses pembiayaan masyarakat.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pembiayaan perumahan yang layak, aman, terjangkau, dan berkelanjutan. Pemerintah kota berupaya agar akses keuangan formal bisa menjangkau lebih banyak warga, terutama kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Bukan Tujuan Akhir, Melainkan Motivasi
Indra Gobel menegaskan bahwa prestasi ini bukan menjadi garis finis. “Prestasi ini adalah hasil kerja bersama. Ke depan kami akan terus memperkuat kolaborasi agar Kota Gorontalo mampu mempertahankan bahkan meningkatkan capaian yang telah diraih demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Pemerintah kota berencana memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk perbankan dan lembaga keuangan non-bank. Harapannya, manfaat inklusi keuangan bisa dirasakan secara lebih luas oleh warga Kota Gorontalo.