GORONTALO — Warga Desa Tuladenggi menilai Lapangan Desa Tuladenggi belum representatif untuk menunjang aktivitas olahraga sehari-hari. Dalam reses di Taman Cakrawala, kediaman Paris, mereka mengusulkan dua hal konkret: pagar dan tribun.
Paris menyebut permintaan itu masuk dalam tanggung jawab moralnya sebagai wakil rakyat. Ia berjanji memperjuangkan aspirasi tersebut lewat jalur penganggaran yang memungkinkan.
"Untuk lapangan Telaga Biru di Tuladenggi ini menjadi tanggung jawab moral saya. Permohonan pagar dan tribun, mudah-mudahan bisa dimasukkan melalui regulasi yang memungkinkan," ungkap Paris.
Selain infrastruktur desa, Paris membawa kabar soal peluang peningkatan bantuan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mulai 2027. Nominal yang selama ini diberikan sebesar Rp2,5 juta dinilai masih terbatas untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat.
"Mulai tahun depan bantuan UMKM kemungkinan tidak lagi Rp2,5 juta. Ada kemungkinan akan ditingkatkan karena selama ini bantuan tersebut masih kurang maksimal," jelasnya.
Sejumlah permintaan lain juga muncul dalam reses tersebut. Warga Tuladenggi mengajukan enam unit pompa tangki, sementara bantuan mesin jahit direncanakan diserahkan secara simbolis sebagai bagian dari dukungan pemberdayaan masyarakat.
Kepala Desa Tuladenggi Johan Panigoro mengapresiasi perhatian dan kontribusi Paris terhadap pembangunan di wilayahnya. Menurut Johan, sejumlah program dan bantuan yang diperjuangkan Paris sebelumnya telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Daftarnya mencakup bantuan dua ekor sapi, program UMKM, bantuan kelistrikan, pembangunan saluran di Dusun IV, serta paving block di Dusun I. Johan berharap perhatian terhadap pembangunan Desa Tuladenggi dapat terus berlanjut.
Ia menilai keberadaan lapangan yang representatif sangat dibutuhkan masyarakat. Fasilitas itu nantinya akan dikelola dan dipelihara oleh pemerintah desa agar manfaatnya berkelanjutan.
"Kami berharap beliau bisa membantu memperjuangkan anggaran untuk pemeliharaan lapangan Tuladenggi yang nantinya akan diurus oleh pemerintah desa," harap Johan.
Reses menjadi ruang bagi masyarakat menyampaikan kebutuhan pembangunan secara langsung, mulai dari fasilitas olahraga, dukungan sarana usaha hingga pemberdayaan ekonomi. Aspirasi yang dihimpun diharapkan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program dan penganggaran pemerintah daerah.