GORONTALO — Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Provinsi Gorontalo Fayzal Lamakaraka menyebut pasar murah bersubsidi sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah. Intervensi itu, menurut dia, diperlukan karena cuaca panas yang masih berlangsung berpotensi menekan harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok.
Dengan harga normal, tujuh komoditas dalam paket itu bernilai sekitar Rp291.000. Lewat subsidi pemerintah, warga cukup membayar Rp95.000 per paket.
Selisihnya mencapai sekitar Rp196 ribu, atau lebih dari 67 persen dibandingkan nilai normal. Penghematan sebesar itu disebut Fayzal membuat pengeluaran rumah tangga warga penerima berkurang signifikan.
"Jika membeli di pasaran atau dengan harga normal, nilainya kurang lebih Rp291.000. Namun, hari ini tujuh komoditas tersebut kami jual dengan harga subsidi hanya sebesar Rp95.000," jelas Fayzal.
Fayzal menjelaskan, kondisi cuaca panas yang belum reda turut memengaruhi pergerakan harga beberapa komoditas. Pemerintah pun memilih mengambil langkah intervensi agar warga tetap bisa memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
"Pasar murah bersubsidi ini dilaksanakan dalam rangka stabilisasi harga dan pengendalian inflasi daerah serta kondisi cuaca panas yang sampai sekarang kita hadapi bersama yang turut berpengaruh terhadap harga beberapa komoditas," ungkapnya.
Pelaksanaan pasar murah di Alale melibatkan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, Pemerintah Desa Alale, serta pemerintah desa se-Kecamatan Suwawa dan sekitarnya. Sejumlah pejabat hadir, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Bolango, staf khusus gubernur, jajaran pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa setempat.
Fayzal berharap sinergi dari tingkat provinsi hingga desa bisa memperluas jangkauan program intervensi pasar. Menurut dia, manfaat program baru terasa penuh jika warga di wilayah terjauh ikut kebagian pasokan bersubsidi.
Melalui 1.000 paket bahan pokok bersubsidi, Pemprov Gorontalo menargetkan tekanan pengeluaran rumah tangga berkurang. Pemerintah daerah juga ingin memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah gejolak harga pangan.
Stabilitas harga kebutuhan pokok di Gorontalo menjadi ukuran keberhasilan program ini. Jika cuaca panas berlanjut, skema serupa berpeluang digelar lagi di titik lain, terutama kawasan yang jauh dari pusat perdagangan.