Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Minta Warga Waspadai Pinjaman Online, Literasi Keuangan Baru 65 Persen

Penulis: Gilang Permana  •  Minggu, 01 November 2026 | 10:16:32 WIB
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meminta warga mewaspadai pinjaman online dan memahami syarat serta risikonya.

GORONTALO — Gubernur Gusnar Ismail menilai kemudahan akses layanan keuangan digital, termasuk pinjaman online, perlu diimbangi pemahaman soal persyaratan, hak, kewajiban, dan risiko. Tanpa itu, warga rentan terjebak utang yang membebani.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil pinjaman hanya karena tergiur proses pencairan yang mudah. Menurut Gusnar, banyak orang menerima tawaran pinjaman tanpa membaca syarat dan kewajiban lebih dulu.

“Ketika masyarakat ditawari pinjaman online dengan berbagai kemudahan, terkadang mereka tidak terlebih dahulu memahami persyaratan dan kewajibannya. Pada akhirnya, justru bisa menempatkan mereka pada posisi yang sulit,” ujar Gusnar.

Inklusi Tinggi, Literasi Masih Tertinggal

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 mencatat indeks inklusi keuangan Gorontalo sudah melampaui 95 persen. Angka itu di atas capaian nasional sebesar 93 persen.

Persoalannya ada di sisi literasi. Indeks literasi keuangan Gorontalo berada di 65 persen, sementara rata-rata nasional 69 persen. Artinya, masih banyak warga yang sudah memakai layanan keuangan tetapi belum sepenuhnya memahami manfaat dan risikonya.

Kesenjangan itu yang mendorong Gubernur meminta lembaga jasa keuangan lebih memperhatikan pelaku usaha kecil. Petani menjadi kelompok yang disorot karena akses dan literasi perbankannya masih terbatas.

38 Kegiatan Literasi, 187 Ribu Rekening Baru

Rangkaian Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Gorontalo digelar OJK bersama Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan lembaga jasa keuangan. Sebanyak 38 kegiatan literasi berjalan dan menjangkau 5.681 peserta.

Dari rangkaian itu tercatat 363 pembukaan kredit atau pembiayaan baru. Ada pula 187 ribu pembukaan rekening tabungan baru.

Gusnar berharap angka partisipasi itu ikut menaikkan pemahaman warga. Dengan literasi yang lebih baik, masyarakat dinilai bisa memanfaatkan peluang pembiayaan untuk kegiatan ekonomi produktif, bukan sekadar konsumsi.

Pemerintah provinsi memandang pemahaman terhadap produk keuangan sebagai kunci agar inklusi yang sudah tinggi tidak berbalik menjadi masalah. Pinjaman yang diambil tanpa perhitungan disebut menjadi salah satu risiko utama yang perlu diantisipasi.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: berita.gorontaloprov.go.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top