LIMBOTO — Puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Gorontalo digelar di halaman Masjid Agung Baiturrahman Limboto dengan mengusung tema "Menguatkan Akar Tradisi, Keutuhan Negeri". Selain istighosah dan zikir bersama, acara tersebut dirangkai dengan peluncuran buku khutbah dan Navigasi Iman edisi spesial.
Ketua Panitia Dikson Yasin mengoordinasikan rangkaian kegiatan yang melibatkan santri, tokoh agama, hingga aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Gorontalo. Acara itu disebut menjadi penutup seluruh rangkaian peringatan Hari Santri sekaligus ruang mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Ketua PCNU Kabupaten Gorontalo Arianto Mopangga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkab Gorontalo, khususnya Bupati Sofyan Puhi, dalam menyukseskan kegiatan. Lewat istighosah dan zikir, ia berharap masyarakat memohon pertolongan Allah SWT agar kekeringan yang melanda segera berakhir.
Arianto menegaskan NU terus mengambil bagian dalam kehidupan sosial melalui zikir dan istigfar. Doa bersama itu juga dipanjatkan untuk keselamatan pemerintah dan seluruh warga Kabupaten Gorontalo.
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menekankan peran pesantren dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu agama, tetapi juga berperan strategis membentuk moral, kepribadian, dan karakter generasi muda.
"Pesantren tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun moral dan kepribadian generasi muda. Karena itu, kolaborasi yang telah terjalin dengan baik perlu terus kita perkuat," ujar Sofyan.
Ia menilai penguatan pendidikan keagamaan membutuhkan sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, ulama, pengelola pesantren, dan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi itu diharapkan menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan sekaligus melahirkan generasi berpengetahuan, berakhlak, dan peduli terhadap pembangunan daerah.
Peluncuran buku khutbah dan Navigasi Iman edisi spesial menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi keagamaan di Kabupaten Gorontalo. Kedua terbitan itu diharapkan menjadi rujukan bagi pengurus masjid dan pesantren dalam menyampaikan materi keagamaan kepada warga.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan istighosah dan zikir bersama yang dipimpin Rais Syuriah PCNU Kabupaten Gorontalo Kyai Ahmad Masduki Al-Jabalani. Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Gorontalo, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Sugondo Makmur, pimpinan OPD, pimpinan pondok pesantren, tokoh agama, para santri, serta ASN Pemkab Gorontalo.