GORONTALO — MotoGP Mandalika 2025 yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok, akhir pekan ini menjadi panggung spesial bagi dua wakil tuan rumah. Mario Aji dan Veda Ega Pratama dipastikan turun di kelas masing-masing. Keduanya mengaku antusias bisa merasakan atmosfer balapan di depan publik sendiri.
Bagi Mario Aji, balapan di kandang sendiri adalah kesempatan yang jarang terulang. Pembalap asal Magetan ini sudah beberapa kali tampil di MotoGP Mandalika, namun tekanan dan ekspektasi publik tetap terasa berbeda.
"Pastinya saya sangat senang bisa balapan di Indonesia lagi. Dukungan dari penonton langsung di pinggir trek itu sangat berarti. Energi positif dari mereka bisa membantu kami tampil lebih maksimal," ujar Mario.
Sementara itu, Veda Ega Pratama yang turun di kelas Moto2 juga menaruh harapan besar pada dukungan penonton. Pembalap muda asal Bantul ini mengaku persiapan sudah dilakukan sebaik mungkin meski tekanan tampil di depan publik sendiri cukup besar.
“Ini pengalaman pertama saya balapan di Mandalika dengan status sebagai pembalap Moto2. Saya ingin menikmati setiap momen dan memberikan yang terbaik. Dukungan langsung dari tribun pasti akan terdengar dan itu memacu semangat,” kata Veda.
Kehadiran dua pembalap Indonesia di MotoGP Mandalika musim ini menjadi catatan tersendiri. Mario Aji turun di kelas Moto2 bersama tim Idemitsu Honda Team Asia, sedangkan Veda Ega Pratama juga berlaga di kelas yang sama. Ini menunjukkan perkembangan karier pembalap Indonesia di kancah balap motor dunia.
Mereka berharap kehadiran penonton tidak hanya menjadi penyemangat, tetapi juga bukti bahwa balap motor Indonesia terus berkembang. Tiket MotoGP Mandalika 2025 sendiri sudah habis terjual sejak jauh-jauh hari.