GORONTALO — Kekalahan telak dari Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026 membuat Pelatih Didier Deschamps angkat bicara. Ia menilai timnya gagal tampil sesuai standar yang biasa ditunjukkan di panggung elite sepak bola dunia.
Dalam keterangan yang dikutip dari laman resmi FIFA pada Rabu, Deschamps tidak mencari kambing hitam. Ia justru menyalahkan performa timnya sendiri yang dianggap kurang greget.
"Ini terutama kesalahan kami sendiri. Performa kami kurang maksimal dan serangan kami tidak seberbahaya yang seharusnya," ujar Deschamps.
Prancis takluk 0-2 setelah Mikel Oyarzabal mencetak gol melalui titik penalti dan Pedro Porrok menuntaskannya dengan sontekan di depan gawang. Dua gol tersebut sudah cukup untuk mengirim Spanyol ke partai final.
Deschamps menambahkan, ada beberapa aspek permainan Kylian Mbappe dan kolega yang tidak muncul pada laga krusial tersebut. Akibatnya, mereka tidak bisa berbuat banyak menghadapi penguasaan bola Spanyol.
"Kami melakukan beberapa kesalahan teknis dalam operan yang sebenarnya bisa berujung pada peluang mencetak gol. Itulah kenyataan di level elite, meskipun hal itu menyakitkan," sambung pelatih berusia 56 tahun itu.
Hasil ini memastikan Prancis gagal mengulang sukses dua edisi sebelumnya. Pada Piala Dunia 2018 mereka keluar sebagai juara, sementara edisi 2022 harus puas sebagai peringkat kedua.
Meski pahit, perjalanan Prancis di Piala Dunia 2026 belum sepenuhnya berakhir. Mereka masih akan menjalani laga perebutan tempat ketiga melawan Inggris atau Argentina di Hard Rock Stadium, Miami, akhir pekan ini.
"Harus diakui bahwa hari ini performa teknis kami sedikit di bawah standar biasanya saat menghadapi tim yang benar-benar menguasai jalannya pertandingan," jelas Deschamps menutup pernyataannya.