GORONTALO — Pemerintah Kabupaten Gorontalo memastikan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap pertama cair sesuai jadwal pada Juni 2025. Kepastian ini disampaikan langsung Bupati Gorontalo Sofyan Puhi di tengah pembahasan anggaran yang juga mencakup gaji ke-13 untuk ASN.
“Kami berupaya menjaga keseimbangan antara pemenuhan hak ASN dan kebutuhan pemerintahan desa. ADD harus cair tepat waktu agar ekonomi desa tetap bergerak,” ujar Sofyan Puhi dalam keterangan resmi, Senin lalu.
Pemkab Gorontalo mengalokasikan ADD untuk 205 desa yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten. Setiap desa menerima dana dengan besaran berbeda, tergantung pada jumlah penduduk, luas wilayah, dan tingkat kemiskinan sesuai formula yang ditetapkan pemerintah pusat.
Dana ini terutama digunakan untuk membiayai operasional pemerintahan desa, pembangunan infrastruktur skala kecil, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan pencairan tepat waktu, perangkat desa bisa langsung merealisasikan program yang sudah dianggarkan dalam APBDes.
Bupati Sofyan menegaskan bahwa gaji ke-13 untuk ASN di lingkungan Pemkab Gorontalo juga akan dibayarkan pada Juni. Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran khusus untuk hak ini tanpa mengganggu jadwal pencairan ADD.
“Keduanya berjalan paralel. Tidak ada yang dikorbankan. ASN mendapatkan haknya, desa juga tidak tertunda,” kata Sofyan.
Menurut Bupati, kunci dari kebijakan ini adalah pengelolaan kas daerah yang ketat. Pemkab Gorontalo memastikan bahwa realisasi pendapatan daerah hingga pertengahan tahun cukup untuk menutup kedua kewajiban tersebut.
“Kami tidak ingin memilih salah satu. Ekonomi ASN dan ekonomi desa saling terkait. Kalau ASN belanja, pedagang di desa juga ikut diuntungkan,” ujarnya.
Dengan cairnya ADD tepat waktu, perangkat desa bisa segera membayar honor perangkat RT/RW, membiayai kegiatan posyandu, dan memulai proyek padat karya tunai desa. Warga yang terlibat dalam proyek infrastruktur desa juga bisa menerima upah lebih awal.
Di sisi lain, gaji ke-13 ASN yang dibayarkan serentak diperkirakan menambah daya beli di pasar-pasar tradisional dan pusat perbelanjaan di Gorontalo. Pedagang sembako dan pelaku UMKM lokal menjadi pihak yang paling merasakan dampak langsung dari kebijakan ini.
Bupati Sofyan mengklaim pihaknya telah menyusun skema cash flow hingga akhir tahun. Ia optimistis pencairan ADD tahap kedua dan ketiga tidak akan terganggu, selama realisasi pendapatan asli daerah (PAD) berjalan sesuai target.
“Kami terus memantau setiap bulan. Kalau ada potensi masalah, kami akan lakukan penyesuaian sejak dini,” pungkasnya.