NEW YORK — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) resmi memangkak 21 persen jabatan staf untuk tahun anggaran 2026. Langkah ini merupakan bagian dari Inisiatif UN80 yang digagas Sekretaris Jenderal Antonio Guterres untuk merampingkan birokrasi dan menekan pengeluaran.
"Secara khusus, kami telah melakukan pemangkasan 21 persen jabatan untuk tahun 2026 – sekaligus meminimalisir dampak terhadap staf, yang difasilitasi oleh langkah yang kami mulai pada awal 2024," kata Guterres dalam pidatonya di Majelis Umum, Kamis (28/5).
Guterres menjelaskan bahwa pihaknya telah menggabungkan 11 tim ke dalam satu platform administrasi umum. Langkah ini saat ini melayani 6.000 personel di markas New York, dan akan diperluas ke lima lokasi tugas tambahan.
Pada anggaran 2027, PBB berencana melanjutkan efisiensi dengan mengurangi lapisan hierarki di level senior. Proses ini diharapkan dapat diperluas lebih lanjut ke dalam anggaran 2028.
Reformasi ini berlangsung di tengah tekanan finansial yang signifikan. Amerika Serikat di bawah pemerintahan Trump telah memotong kontribusi anggaran PBB dan mengevaluasi ulang pendanaan berbagai program. Kondisi ini memaksa PBB untuk mencari cara agar tetap operasional tanpa mengorbankan kinerja inti.
Tahun lalu, Guterres meluncurkan Inisiatif UN80 yang mencakup audit operasional menyeluruh untuk merampingkan pengeluaran. Inisiatif ini dirancang untuk membuat PBB lebih gesit, hemat biaya, dan terintegrasi dalam merespons tantangan global yang kian kompleks.
Inisiatif UN80 tidak hanya soal penghematan. Guterres menekankan bahwa reformasi ini bertujuan memperkuat kinerja PBB di empat pilar utama: perdamaian dan keamanan, pembangunan berkelanjutan, hak asasi manusia, serta membangun sistem yang lebih koheren.
"Kami ingin memberikan hasil nyata bagi manusia dan bumi," tegas Guterres dalam pidatonya.
Guterres mengklaim bahwa pemangkasan 21 persen jabatan ini dilakukan dengan meminimalisir dampak terhadap staf. Langkah-langkah yang dimulai sejak awal 2024 disebut telah memfasilitasi transisi ini, meskipun rincian lebih lanjut mengenai mekanisme pengurangan staf belum diumumkan secara detail.
Dengan anggaran yang kian ketat dan tekanan geopolitik yang meningkat, PBB harus beradaptasi. Reformasi UN80 menjadi ujian apakah organisasi global ini bisa tetap relevan dan efektif di tengah sumber daya yang terus menyusut.