BONE BOLANGO — Ratusan paket seragam sekolah mulai disalurkan ke kawasan pedalaman Kabupaten Bone Bolango sebagai bagian dari pembukaan posko pendaftaran beasiswa Milan Amrullah. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori Desil 1 hingga Desil 4 dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Posko yang dihadirkan berkolaborasi dengan Yayasan Pendidikan Bapu Umar Djuhu ini tidak hanya berhenti pada pemberian seragam. Masyarakat yang datang akan mendapatkan fasilitasi dan pendampingan untuk mengakses dua program bantuan pemerintah, yakni Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).
Layanan Dijemput Hingga ke Pelosok yang Terkendala Jaringan
Kehadiran posko di sejumlah titik pedalaman, salah satunya Desa Mongiilo, menjawab keluhan warga yang selama ini kesulitan mengurus administrasi beasiswa. Hambatan teknis seperti keterbatasan informasi dan buruknya jaringan internet kerap membuat anak-anak di daerah terpencil kehilangan kesempatan melanjutkan sekolah.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Bone Bolango, Milan Amrullah, menegaskan bahwa kondisi geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk tetap bersekolah.
"Dengan adanya posko yang tersebar hingga pelosok, kami ingin memastikan tidak ada anak di Bone Bolango yang terancam putus sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi maupun kendala geografis," ujar Milan.
Seragam Sekolah Jadi Motivasi Awal Anak-Anak di Desa Terpencil
Penyaluran 100 paket seragam sekolah ke Desa Mongiilo dan sekitarnya menjadi langkah awal program ini. Bantuan tersebut diharapkan mampu membangkitkan semangat anak-anak untuk hadir ke sekolah, sekaligus meringankan beban orang tua di tengah kesulitan ekonomi.
Milan menambahkan, program ini dirancang menjadi jembatan informasi bagi warga kurang mampu. Pendampingan dilakukan menyeluruh, mulai dari proses administrasi hingga memastikan berkas diterima oleh sistem pemerintah pusat.
Syarat dan Dokumen yang Perlu Disiapkan Warga
Bagi warga Bone Bolango yang masuk kategori Desil 1 hingga 4 dan membutuhkan pendampingan pendaftaran PIP maupun KIP Kuliah, posko pendaftaran telah menerima kunjungan masyarakat. Calon penerima diimbau membawa dokumen kependudukan yang relevan untuk memperlancar proses verifikasi data.
Layanan ini terbuka bagi seluruh warga yang memenuhi syarat, dengan prioritas utama pada keluarga yang belum pernah mengakses bantuan pendidikan pemerintah sebelumnya.