GORONTALO — Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menekankan bahwa keberhasilan PENAS Petani Nelayan ke-XVII bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan awal untuk bekerja lebih keras lagi. Ia mengingatkan aparatur sipil negara agar segera mengalihkan fokus pada program dan kegiatan pembangunan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Mari kita jadikan kesuksesan PENAS sebagai spirit dan semangat baru untuk terus bekerja melanjutkan pengabdian kepada masyarakat. Ingat, masyarakat selalu menunggu kerja kita semua. Mari gunakan waktu kita untuk kepentingan masyarakat,” ujar Gusnar dalam sambutannya.
Kunci Sukses: Kerja Keras Seluruh Subsistem
Gusnar menegaskan bahwa kelancaran dan kesuksesan event nasional tersebut tidak akan terwujud tanpa dukungan serta kerja keras seluruh panitia. Menurutnya, sebuah sistem hanya dapat berjalan dengan baik apabila seluruh subsistem di dalamnya bekerja secara maksimal.
“Tidak ada kata-kata yang bisa saya ucapkan kecuali terima kasih. Kesuksesan PENAS adalah buah dari kerja keras kita semua, hasil tidak pernah mengkhianati usaha begitu pula sebaliknya,” tegasnya.
Penghargaan untuk Tim Pendamping Kontingen
Pada kesempatan yang sama, Gusnar bersama Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim menyerahkan penghargaan kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan PENAS. Penghargaan khusus juga diberikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah menjadi pendamping kontingen selama perhelatan berlangsung.
PENAS Petani Nelayan ke-XVII resmi dibuka oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Juni 2026. Puncak acara yang digelar empat hari kemudian, tepatnya 24 Juni 2026, dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri serta pejabat pusat dan daerah.