GORONTALO — Survei Litbang Kompas yang digelar pada 9-18 April 2026 melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi. Metode wawancara tatap muka dengan pencuplikan sistematis bertingkat ini memiliki margin of error 2,83 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Skor Profesionalitas Layanan Naik Jadi 8,37
Responden yang pernah berurusan langsung dengan Polri memberikan penilaian lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Skor profesionalitas layanan naik dari 7,76 menjadi 8,37—dihitung dari rata-rata indeks 20 aspek, termasuk pengurusan dokumen.
Sebanyak 80 persen responden menyatakan fasilitas pelayanan di kantor polisi kini sudah nyaman. Angka ini menjadi salah satu pendorong utama peningkatan citra kelembagaan Polri yang melonjak dari 64,4 persen menjadi 71,5 persen.
Mendag: Stabilitas Keamanan Dorong Perdagangan Nasional
Budi Santoso menyampaikan apresiasi secara langsung melalui sebuah video yang beredar Senin (29/6/2026). "Saya Budi Santoso, Menteri Perdagangan Republik Indonesia, menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia atas kinerja yang semakin baik dan mendapatkan pengakuan positif dari masyarakat sebagaimana dapat kita lihat bersama dalam survei Litbang Kompas April 2026," ujarnya.
Menurut Budi, Polri memiliki peran strategis menjaga kepatuhan di sektor perdagangan. Stabilitas keamanan menjadi prasyarat untuk mendorong perdagangan nasional yang sehat dan berkelanjutan. Ia berharap institusi kepolisian terus memperkuat profesionalitas dan selalu hadir bagi masyarakat.
"Semoga Polri terus memperkuat kinerja dan profesionalitasnya, serta senantiasa hadir memberikan rasa aman bagi masyarakat guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," lanjut Mendag.
Polri Paling Dipercaya Dibanding Lembaga Penegak Hukum Lain
Survei yang sama menempatkan Polri di daftar lima institusi negara dengan kepercayaan publik tertinggi. Angka 82,4 persen relatif lebih tinggi dibanding Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, maupun Komisi Pemberantasan Korupsi.
Peningkatan signifikan ini terjadi di tengah berbagai tantangan internal yang dihadapi korps Bhayangkara dalam dua tahun terakhir. Litbang Kompas mencatat kenaikan kepercayaan publik sebagai indikator perbaikan sistem pelayanan dan penegakan hukum di tingkat kewilayahan.