GORONTALO — Kabar kurang sedap datang bagi pemilik sepeda motor di Indonesia. Bukan hanya oli yang harganya melambung, komponen bodi motor berbahan plastik juga ikut terkerek naik signifikan. Head of Part Main Dealer PT Wahana Makmur Sejati, Henry Tulus, mengonfirmasi penyesuaian harga ini terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
"Penyesuaian yang lebih tinggi umumnya terjadi pada sparepart berbahan plastik seperti cover body dan sebagainya, ini kenaikannya cukup signifikan dibanding yang lain berkisar antara 5 sampai 20 persen," ujar Henry, saat ditemui Kompas.com, Kamis (25/6/2026).
Komponen Plastik Paling Terpukul, Oli Jauh Lebih Parah
Jika dirata-rata, mayoritas Honda Genuine Parts (HGP) di luar oli hanya mengalami kenaikan di bawah 5 persen. Namun, komponen plastik menjadi pengecualian. Cover body, panel samping, hingga spakbor masuk dalam kategori yang harganya melonjak paling tajam.
Henry menjelaskan, kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya biaya produksi bahan baku plastik serta dinamika pasar global. "Untuk sebagian besar Honda Genuine Parts (HGP), di luar produk oli, rata-rata item yang mengalami kenaikan jumlahnya tidak mencapai 5 persen," kata dia.
Namun, lonjakan paling ekstrem justru terjadi pada produk oli. Harganya tercatat naik hingga 33 persen sejak awal April 2026. Artinya, pemilik motor harus merogoh kocek lebih dalam untuk dua kebutuhan pokok sekaligus: oli mesin dan penggantian bodi jika terjadi kerusakan.
Dampak Langsung ke Kantong Konsumen AHASS
Kenaikan ini langsung terasa di bengkel resmi. Henry menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen menjaga ketersediaan Honda Genuine Parts di seluruh jaringan AHASS Jakarta-Tangerang. Tapi, konsumen harus siap dengan harga baru yang sudah disesuaikan.
Bagi pemilik motor yang sering berganti cover body karena baret atau pecah, kenaikan 20 persen bukan angka yang bisa diabaikan. Sebagai gambaran, jika sebelumnya harga satu set cover body motor matik sekitar Rp 500 ribu, kini bisa mendekati Rp 600 ribu. Belum lagi biaya jasa pemasangan di bengkel.
"Meski demikian, kami tetap berkomitmen menjaga ketersediaan Honda Genuine Parts di seluruh jaringan AHASS Jakarta-Tangerang," ujar Henry.
Kenaikan Harga Suku Cadang: Sementara atau Tren Baru?
Henry menyebut penyesuaian harga ini merupakan dampak dari meningkatnya biaya produksi serta dinamika pasar yang terjadi saat ini. Belum ada pernyataan resmi apakah kenaikan akan berlanjut atau hanya bersifat sementara.
Yang jelas, pemilik motor disarankan untuk lebih berhati-hati dalam berkendara agar komponen bodi tidak cepat rusak. Alternatif lain, mempertimbangkan penggunaan sparepart aftermarket dengan harga lebih terjangkau, meski risikonya kualitas dan ketahanan tidak selalu setara dengan komponen original.