GORONTALO UTARA — Direktur RSUD dr Zainal Umar Sidiki (ZUS) Gorontalo Utara, dr Mohammad Ardiansyah MKes, memastikan enam dokter jaga bertugas secara bergantian selama 1x24 jam mulai Selasa. Mereka ditempatkan di tiga titik kritis rumah sakit, yaitu Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat inap, dan Instalasi Rawat Darurat Obstetri dan Ginekologi (IRDO) yang khusus menangani persalinan.
Enam Dokter Siaga di Tiga Titik Kritis
Seluruh dokter jaga tersebut akan standby sesuai jadwal shift dari pagi hingga malam secara berkelanjutan. "Enam dokter jaga ini akan standby bertugas selama 1x24 jam atau mulai dari jadwal jaga pagi hingga malam pada Selasa dan terus berkelanjutan hingga hari-hari selanjutnya, dengan sistem bergantian (sesuai shift)," kata dokter Ardi, sapaan akrabnya.
Pelayanan darurat ini didukung oleh tenaga perawat dan bidan terampil yang siap membantu proses penanganan pasien. Pihak rumah sakit memastikan tidak ada jeda pelayanan meski di luar jam kerja.
10 Poliklinik Rawat Jalan Tetap Beroperasi
Selain layanan darurat, RSUD ZUS juga membuka 10 poliklinik rawat jalan pada Selasa (12/5). Jadwal pelayanan terbagi menjadi dua sesi: pagi pukul 08.00 hingga 12.00 WITA, dilanjutkan sesi siang pukul 12.00 WITA hingga 16.00 WITA.
Direktur RSUD menegaskan bahwa optimalisasi pelayanan ini merupakan bagian dari visi dan misi Bupati Thariq Modanggu dan Wakil Bupati Nurjana Hasan Yusuf. "Kami terus mengoptimalkan pelayanan di rumah sakit ini sesuai visi dan misi Bupati Thariq Modanggu dan Wakil Bupati Nurjana Hasan Yusuf dalam upaya meningkatkan pelayanan dasar di sektor kesehatan," ujar Ardiansyah.
Mengapa Penambahan Dokter Jaga Penting untuk Gorontalo Utara?
Gorontalo Utara merupakan salah satu daerah dengan akses layanan kesehatan yang masih terbatas, terutama di malam hari. Kehadiran enam dokter jaga yang siaga 24 jam di RSUD ZUS menjadi jaminan bagi warga yang membutuhkan penanganan medis darurat, termasuk ibu hamil yang hendak melahirkan.
Dengan sistem shift yang berkelanjutan, rumah sakit ini berupaya menekan angka rujukan pasien ke luar daerah yang kerap menjadi kendala akibat jarak dan waktu tempuh. Pelayanan yang optimal di IGD dan ruang persalinan diharapkan mampu menurunkan risiko keterlambatan penanganan pasien.