GORONTALO — Musprov V KADIN Gorontalo mempertemukan dua kandidat dalam perebutan kursi ketua umum. Andi Ilham dan Fauzan Fadel Muhammad bersaing mendapatkan dukungan peserta musyawarah hingga pemungutan suara menghasilkan keputusan final.
Selisih lima suara mengantarkan Andi Ilham memimpin organisasi dunia usaha di Provinsi Gorontalo untuk lima tahun ke depan. Hasil ini sekaligus menutup kontestasi yang berlangsung di Hotel Aston Gorontalo.
Rincian Perolehan Suara Musprov V KADIN Gorontalo
Dari 54 suara yang masuk, Andi Ilham mengantongi 29 suara dan Fauzan Fadel Muhammad 24 suara. Satu suara dinyatakan batal dalam pemungutan yang diikuti dua kandidat tersebut.
- Andi Ilham: 29 suara
- Fauzan Fadel Muhammad: 24 suara
- Suara batal: 1
- Total: 54 suara
Komitmen Andi Ilham Bangun KADIN Secara Inklusif
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Andi Ilham menyampaikan komitmennya membangun KADIN secara inklusif dengan melibatkan seluruh elemen dunia usaha, termasuk pihak yang sebelumnya menjadi rivalnya dalam kontestasi.
Ia juga menyampaikan rencana menyediakan kantor KADIN Provinsi Gorontalo secara permanen selama masa kepemimpinannya. Rencana tersebut menjadi salah satu agenda yang akan dijalankannya setelah resmi memimpin.
Gubernur Gorontalo Tekankan KADIN sebagai Mitra Strategis
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat membuka Musprov V KADIN menekankan pentingnya posisi KADIN sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Gusnar, pembangunan ekonomi Gorontalo membutuhkan keterlibatan dunia usaha dan tidak dapat hanya mengandalkan APBD. Pernyataan itu menegaskan posisi KADIN sebagai mitra yang diharapkan berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Tantangan Konsolidasi Dunia Usaha Lima Tahun ke Depan
Setelah kontestasi berakhir, tantangan berikutnya adalah memperkuat konsolidasi organisasi dan menyatukan kekuatan dunia usaha untuk menjalankan agenda KADIN lima tahun ke depan.
Dengan berakhirnya Musprov V, Andi Ilham kini mengemban mandat memimpin KADIN Gorontalo hingga 2031. Kepengurusan baru diharapkan dapat memperkuat organisasi, memperluas kolaborasi dunia usaha dan pemerintah, serta mendorong tumbuhnya investasi dan aktivitas ekonomi di Gorontalo.