Pencarian

Pola Asuh dan Lingkungan Lebih Besar Pengaruhnya daripada Gen Orang Tua pada Kecerdasan Anak

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 06:36:01 WIB
Pola Asuh dan Lingkungan Lebih Besar Pengaruhnya daripada Gen Orang Tua pada Kecerdasan Anak
Pola asuh dan lingkungan disebut lebih besar pengaruhnya terhadap kecerdasan anak dibandingkan faktor genetik orang tua.

GORONTALO — Selama ini, sebagian orang tua mungkin merasa cemas atau justru bangga karena mengira kecerdasan anak sepenuhnya adalah warisan dari ayah atau ibu. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Penelitian dari The Pennsylvania State University yang dikutip detikEdu menemukan bahwa kontribusi genetik orang tua terhadap kecerdasan anak hanya berkisar 20-40 persen.

Artinya, masih ada 60-80 persen ruang besar bagi faktor lain untuk membentuk kemampuan berpikir dan belajar anak. Lantas, apa saja faktor yang lebih menentukan tersebut?

Peran Lingkungan dan Pola Asuh Lebih Dominan

Penelitian yang melibatkan 18.000 anak berusia 6-18 tahun di Austria, Inggris, dan Belanda ini menguji korelasi antara DNA dan skor IQ. Hasilnya memang menemukan gen signifikan bernama FNBP1L yang berkorelasi dengan kecerdasan. Namun, peneliti menegaskan bahwa mayoritas kepintaran anak justru dibentuk oleh pengalaman dan lingkungan tempat ia tumbuh.

Seorang anak yang berasal dari orang tua cerdas memang memiliki keunggulan. Namun, keunggulan ini lebih sering muncul karena pola asuh yang mendukung, bukan semata faktor biologis. Orang tua cerdas cenderung menciptakan lingkungan yang merangsang anak untuk belajar hal-hal baru.

Pengaruh Pola Pikir dan Stres Ibu pada Perkembangan Anak

Fakta menarik lainnya datang dari studi Harvard yang dipimpin oleh Charles Nelson, profesor pediatri dan ilmu saraf di Harvard Medical School. Studi ini menemukan bahwa ibu yang merasa stres dan memiliki pola pikir tetap (fixed mindset) cenderung memiliki bayi dengan aktivitas otak yang lebih rendah.

Sebaliknya, bayi dari ibu dengan pola pikir berkembang (growth mindset) tidak menunjukkan dampak negatif tersebut, bahkan ketika ibunya berada dalam kondisi stres tinggi.

"Growth mindset seorang ibu adalah keyakinan bahwa dengan mengembangkan kemampuannya, maka seorang ibu dapat membantu anak-anaknya mempelajari hal-hal baru serta mengembangkan dan memperluas kemampuan mereka," jelas Mei Elansary, spesialis pediatri di Boston Medical Center, dikutip dari The Harvard Gazette.

Ia menambahkan bahwa anak-anak dari ibu dengan tingkat stres tinggi dan pola pikir berkembang justru terlindungi dari dampak negatif stres tersebut.

Dukungan Sistem dan Peran Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak

Peneliti juga menyoroti bahwa pola asuh yang baik tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan keseluruhan sistem yang mendukung, termasuk peran aktif seorang ayah, kebijakan cuti yang lebih baik, serta akses ke perawatan dan pendidikan yang merata. Semua elemen ini berkontribusi pada terciptanya lingkungan optimal bagi tumbuh kembang anak.

Kecerdasan Anak Tidak Hanya Soal Nilai Akademik

Perlu diingat, kecerdasan bukan hanya tentang prestasi akademik yang bagus. Menurut para peneliti, kecerdasan adalah topik yang sulit didefinisikan karena bisa diukur dengan berbagai cara. Sebagian besar ahli mengaitkan kecerdasan dengan kemampuan seseorang untuk belajar dari pengalaman dan beradaptasi dengan lingkungan yang berubah.

Jadi, daripada terlalu fokus pada faktor genetik, akan lebih bermanfaat jika orang tua mengalihkan perhatian pada upaya menciptakan lingkungan yang kaya stimulus, membangun pola pikir berkembang, serta mengelola stres dengan baik. Dengan begitu, anak memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan potensi terbaiknya.

Follow kabargorontalo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks