JAKARTA — Pemilihan Nasaruddin Umar sebagai Presiden IAMI disambut langsung oleh para imam besar, mufti, dan delegasi negara yang hadir dalam forum IGIC 2026. Ia mengaku terkejut dengan kepercayaan yang diberikan dan meminta para pemimpin keagamaan dunia membantu menutupi kelemahannya selama menjalankan tugas.
"Saya merasa tidak pantas untuk dipilih menjadi pimpinan imam besar, saya takut mengecewakan harapan dari sini. Karena itu, jika ini memang kehendak-Nya memilih saya sebagai pimpinan, saya harap agar dapat memahami kelemahan saya dan membantu saya mengatasi kelemahan itu," ujar Menag Nasaruddin Umar dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Masjid Harus Berbalik Memberdayakan Umat
Dalam pidatonya, Nasaruddin menegaskan masjid perlu kembali mengambil peran strategis dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, masjid tidak lagi cukup dipandang sebagai tempat ibadah semata.
"Masjid itu kita harus mengubah. Selama ini umat yang memberdayakan masjid, tetapi kita harus membalik, masjid-lah yang harus memberdayakan umat," ujarnya.
Ia merujuk pada fungsi masjid di masa Rasulullah SAW yang tidak terbatas pada pelaksanaan ibadah. Masjid juga berperan sebagai tempat pendidikan, pemberdayaan masyarakat, konsultasi, pertemuan, hingga ruang yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat.
"Masjid itu bukan hanya tempat, tetapi juga tempat pemberdayaan umat, masjid itu sekretariat negara, sekretariat memberdayakan imam, masjid juga baitul mal, pada zamannya," kata Nasaruddin.
46 Negara Dorong Pembentukan IAMI
IAMI atau Majelis Imam Masjid Dunia dibentuk sebagai respons atas banyak masukan dari berbagai imam, mufti, dan delegasi dari 46 negara dalam forum IGIC 2026. Organisasi ini menempatkan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, melainkan juga pusat pendidikan, pembangunan masyarakat, solidaritas sosial, bimbingan moral, dan pembangunan perdamaian.
Para imam dinilai tengah menghadapi tantangan masif, termasuk intoleransi beragama, fragmentasi sosial, tantangan lingkungan, isu kepemudaan, kemiskinan, misinformasi, krisis kemanusiaan, serta kebutuhan akan dialog antaragama dan internasional yang konstruktif.
Sekretariat di Jakarta, Kantor Wilayah Tersebar di 7 Benua
Jakarta ditetapkan sebagai sekretariat permanen dan pusat administrasi IAMI. Kantor wilayah organisasi ini tersebar di Kuala Lumpur untuk Asia, Kairo untuk Timur Tengah, Nairobi untuk Afrika, London untuk Eropa, New York untuk Amerika Utara, Rio de Janeiro untuk Amerika Selatan, serta Canberra untuk Australia dan Pasifik.
Visi IAMI adalah menjadi platform global terkemuka yang menyatukan para imam dalam mempromosikan komunitas yang harmonis, kepemimpinan keagamaan yang bertanggung jawab, martabat manusia, dan perdamaian abadi. Nasaruddin bertekad mengabdikan diri, tenaga, pikiran, dan waktunya demi kemaslahatan umat selama memimpin organisasi tersebut.