POHUWATO — Kepengurusan baru Taekwondo Indonesia (TI) Kabupaten Pohuwato resmi terbentuk. Aiptu Sopyan Umar, yang juga dikenal sebagai pemilik Dojang Bhayangkara, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengkab TI Pohuwato dalam Musyawarah Kabupaten yang digelar penuh semangat kebersamaan, Ahad (26/7/2026) lalu.
Target Pembinaan: Lahirkan Penerus Silvana Lamanda
Ketua Harian Pengprov TI Gorontalo, Mohamad Ramli, menegaskan bahwa Pohuwato memiliki potensi besar sebagai salah satu kekuatan taekwondo di provinsi tersebut. Ia menyebut nama Silvana Lamanda sebagai tolok ukur keberhasilan pembinaan yang harus dipertahankan dan bahkan dilampaui.
“Dari sisi sumber daya atlet, saya melihat Pohuwato sangat potensial. Olehnya menjadi tugas penting bagi Pengkab TI Pohuwato untuk kemudian melahirkan atlet berprestasi dan mencari regenerasi Silvana nantinya,” ujar Master Ramli.
Prioritas: Pembinaan Usia Dini dan Kualitas Pelatih
Menurut Mohamad Ramli, kepengurusan baru tidak boleh hanya sibuk dengan urusan organisasi. Fokus utama harus diarahkan pada pembinaan usia dini dan peningkatan kompetensi para pelatih. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga eksistensi Pohuwato sebagai daerah penghasil taekwondoin berbakat di level regional maupun nasional.
Terpilihnya Aiptu Sopyan Umar membawa optimisme baru. Kapasitasnya sebagai pemilik Dojang Bhayangkara dinilai mumpuni untuk membangun sistem pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan di Bumi Panua.
Tantangan Besar Menanti Kepengurusan Baru
Dengan kepemimpinan baru, Taekwondo Indonesia Pohuwato kini dihadapkan pada tantangan besar: membangun regenerasi atlet, memperkuat pembinaan di tingkat akar rumput, dan membawa pulang prestasi lebih tinggi dari berbagai kejuaraan mendatang. Semangat baru pun mulai dikibarkan untuk mengangkat nama Pohuwato di arena taekwondo.