GORONTALO UTARA — Pertamina menyalurkan 400 liter biosolar untuk mempercepat proses evakuasi korban bencana di Kabupaten Gorontalo Utara. Bantuan bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar itu dikirim langsung ke lokasi terdampak pada pekan ini.
Biosolar tersebut digunakan untuk menggerakkan alat berat dan kendaraan operasional tim gabungan yang masih bekerja di lapangan. Kondisi medan yang berat pascabencana membuat pasokan bahan bakar menjadi kebutuhan mendesak.
Mengapa Bantuan Biosolar Menjadi Krusial?
Proses evakuasi di Gorontalo Utara terkendala akses jalan yang rusak dan material longsor yang menutupi sejumlah titik. Alat berat seperti ekskavator dan buldoser membutuhkan pasokan solar dalam jumlah besar untuk terus beroperasi tanpa jeda.
Tanpa tambahan bahan bakar, tim evakuasi terancam harus menghentikan sementara operasi pencarian dan pembersihan. Hal ini bisa memperlambat penanganan korban yang masih tertimbun atau terisolasi.
Lokasi Penyaluran dan Mekanisme Distribusi
Pertamina menyalurkan biosolar melalui depot terdekat dan langsung didistribusikan ke posko-posko darurat di Gorontalo Utara. Pihak Pertamina juga menyiagakan stok tambahan jika diperlukan perpanjangan masa tanggap darurat.
“Kami berkoordinasi dengan BPBD dan tim SAR setempat untuk memastikan distribusi tepat sasaran,” ujar perwakilan Pertamina di lokasi. BBM disalurkan secara bertahap sesuai kebutuhan operasional di lapangan.
Apa Langkah Selanjutnya dari Pertamina?
Pertamina menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di Gorontalo Utara. Jika diperlukan, pasokan biosolar tambahan akan dikirim untuk mendukung proses evakuasi hingga tahap pemulihan.
Selain biosolar, Pertamina juga menyiapkan bantuan logistik lain seperti air bersih dan makanan siap saji bagi warga yang mengungsi. Bantuan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan di daerah bencana.
Bagaimana Kondisi Terkini di Gorontalo Utara?
Proses evakuasi masih berlangsung dengan melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan. Beberapa wilayah masih terisolasi akibat putusnya akses jalan dan jembatan.
Pemerintah daerah setempat telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan. Warga yang mengungsi di sejumlah titik masih membutuhkan bantuan logistik tambahan, terutama makanan dan air bersih.