BONE BOLANGO — Antusiasme menyambut Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tak hanya dirasakan para penggemar sepak bola biasa. Di lingkaran pemerintahan Kabupaten Bone Bolango, beberapa pejabat daerah juga terang-terangan mengungkapkan dukungannya kepada tim nasional kesukaan mereka.
Alih-alih memilih tim-tim raksasa Eropa seperti Brasil atau Jerman, pilihan para pejabat ini justru jatuh pada negara-negara yang mungkin tak masuk dalam daftar favorit utama banyak orang. Hal ini terungkap dalam perbincangan santai yang kemudian menjadi perhatian publik.
Argentina, Maroko, dan Senegal Jadi Pilihan Utama
Tiga negara yang disebut-sebut menjadi favorit adalah Argentina, Maroko, dan Senegal. Argentina, yang merupakan juara bertahan Piala Dunia 2022, dinilai memiliki skuad yang solid dan pengalaman juara. Sementara Maroko dan Senegal, yang sama-sama berasal dari Afrika, dianggap sebagai representasi kekuatan sepak bola baru yang patut diperhitungkan.
Ketiga negara ini dinilai bukan tanpa alasan. Argentina, dengan megabintang Lionel Messi yang kemungkinan besar akan tampil di panggung terakhirnya, menjadi daya tarik tersendiri. Sementara itu, performa impresif Maroko yang berhasil menembus semifinal Piala Dunia 2022 membuat mereka dijagokan bisa kembali mengejutkan dunia. Senegal, yang diperkuat pemain-pemain top seperti Sadio Mané, juga dianggap memiliki peluang besar untuk melaju jauh.
Mengapa Bukan Tim Eropa atau Brasil?
Pilihan ini terbilang unik di tengah dominasi publik Indonesia yang lebih akrab dengan tim-tim Eropa atau Brasil. Namun, menurut pandangan yang berkembang, Piala Dunia 2026 dinilai akan menjadi ajang pembuktian bagi tim-tim non-Eropa. “Mereka bukan sekadar pelengkap, tapi punya materi pemain yang merata dan semangat juang tinggi,” ujar seorang pejabat setempat yang enggan disebut namanya.
Faktor lain yang turut mempengaruhi adalah perubahan format turnamen. Dengan jumlah peserta yang bertambah menjadi 48 tim, peluang bagi tim-tim dari Afrika dan Amerika Selatan untuk bersaing semakin terbuka lebar. Hal ini membuat beberapa pejabat Bone Bolango lebih optimistis terhadap tim-tim yang dianggap underdog namun memiliki potensi kejutan.
Apakah Ini Mencerminkan Tren Sepak Bola Global?
Fenomena ini sejalan dengan tren global di mana basis penggemar sepak bola semakin beragam. Jika sebelumnya publik Indonesia cenderung mendukung tim-tim besar Eropa, kini mulai muncul apresiasi terhadap permainan tim-tim Afrika dan Amerika Latin yang dinamis. Piala Dunia 2026 diprediksi akan menjadi panggung di mana dominasi tim Eropa mulai mendapat tantangan serius.
Meski hanya sebatas obrolan ringan di kalangan pejabat daerah, pilihan terhadap Argentina, Maroko, dan Senegal ini menunjukkan bahwa wawasan sepak bola di tingkat pemerintahan daerah juga cukup luas. Dukungan ini tentu akan menambah semarak euforia Piala Dunia 2026 di Gorontalo. Publik pun bisa menantikan apakah prediksi para pejabat Bone Bolango ini akan terbukti di lapangan nanti.